Senin, 29 Juni 2009

Dulu Sampe Sekarang (Yang Dingat & Bisa Ditulis)

Saya bangga setiap jelang Idhul Fitri disuruh babe mendistribusikan zakat fitrah ke emak lime (halimah, Nyai mure (Murani), Nyai ejum (Jumilah), Nyai Saja dan banyak nyai-nyai (nenek jompo, hidup dirumah sepetak berlantai tanah dan tidur dibale-bale, saya tau nama-nama asli lengkap mereka karena senang ngobrol bahkan ternyata setelah lihat photonya, dulunya mereka cuantikk-cuannntikk). Lucunya giliran saya bawain daging kambing atau kebo(kerbau) baik yang mentah ataupun yang udah disemur, mereka pada nolak, kecuali Nyai Saja. Loh kok cuma nyai Saja yang mau? Alkisahnya begini..., setiap jelang idhul adha(hari raya qurban) dari anak-anak lakinya abi-ummi( saya diikuti 3 orang adik memanggil sebutan itu pada ortu sedangkan abang-kakak tetap memanggil baba-emak!) hanya saya yang senang menggembalakan domba yang dititipkan mudohi (pequrban) kepada abi, kadang2x bisa 20 domba dititipkan dirumah saya, pagi digembalakan di lapang rumput atau sawah kering di belakang rumah, sorenya dicancang (diikat disetiap pohon rambutan, kecapi, jambu, nangka, rukem, mengkudu, kelapa dll yang banyak tersebar di halaman belakang rumah). Seringkali tanpa saya sadari ketika domba gembalaan semakin jauh merumput hingga menyebrangi jalan raya dan biasanya domba-domba senang berlama-lama merumput di pekarangan rumah nyai Saja yang luas dan saya mendengarkan dongeng masa mudanya nyai diiringi angin sepoi2 sehingga say lelah tertidur pulas dibale depan rumah nyai, ketika bangun saya menjerit kaget dan sakit karena kulit lengan, kaki atau badan pas bertelanjang dada, terjepit hamparan bale yang terbuat dari bambu belah yang dipeprek (diratakan). Nyai Saja tertawa lepas dengan mulut berjampu merah karena masih penuh dengan sirih. Saya meringis sakit, tambah meringis ketika beliau menciwit (mencubit pelan seketika) dan akhirnya ha...ha... ha... kita tertawa bareng. Katanya, kamu lebih lucu, pintar dan menggemaskan dibandingkan cucu-cucunya dari anak kandungnya sendiri. Karena itu dengan susah payah beliau mengunyah daging semur masakan ummi (ummi menyangka kalau diberi daging mentah,nyai-nyai itu menolak karena tak mampu memasak atau tidak ada bumbu atau lainnya karena itu oleh ummi setelah daging dilunakkan dengan getah pepaya, diolah dan lalu disemur).

Terusin lagi nih cerita jadul saya sendiri...

Juara umum di SD Larangan, nyaris jadi pecundang di SMPN 19 Jakarta apalagi di SMAN 70 Jakarta kerjaanya "cabut melulu" kalo ngga ada kegiatan extrakuler yang asyik (dulu ikutan Rohis, Sisgahana, Pramuka dan Young Red Cressent-PMR 70)."Cabut" sepekan sekali setiap sabtu sebelum pelajaran usai karena mengejar naik angkutan umum biarrr ngga kemalaman ke Bandung-Garut (Gn.Papandayan, Gn.Cikuray, Pelabuhan Pameungpeuk-Santolo, Pantai Sayang Heulang nan perawaaan) atau ke Majalengka-Kuningan (Gn.Ciremai) ke Bogor (Gn.Salak, Sukamantri-Cinangka, caving di Cigudeg) ke Sukabumi-Cianjur (Gn.Gede Pangrango-Situ Gunung, Cisolok-Pelabuhan Ratu, Gunung Halimun), Pandeglang-Serang (Gn.Karang) dan pernah ke Yogyakarta-Sleman (Gn.Merapi) atau nyebrang ke Sumatera (Gn.Sukmailang, Gn. Tanggamus, Pantai Terbaya, Teluk Semangka, Lampung).
Lulus dari 70 Bul's, kuliah di Akademi Kehutanan (AIK) & Sosektan UNPAD Bandung, kerja di Resort Hutan Gombeng, Banyuwangi, di HPH Pangkalan Bun lalu ke Taman Nasional Bukit Barisan di Kota Agung, Lampung. Tahun 96 menikahi bidadari dunia cantik jelita asal Cimanuk, Pandeglang. Setahun bobogohan setelah menikah (umumnya insan dunia, pacaran dulu baru nikah) ...baru bisa malam pertama. Setiap pindah rumah kontrakan anak lahir berturut-turut selang dua tahun. Sekarang udah lama ngga pindah2 rumah kontrakan, anak segitu2 aja ngga nambah,wallahu 'alam.Tinggal di Kawasan Bandung Utara (KBU), Alhamdulillah cai herang ngocor sorangn, seur lalapan hejo & lauk-sapi-domba-kelinci-jagung bakar dll. Kesibukan sehari-hari sbg manajer pemasaran usaha Fitrah Madu Asli, bekam dan herbal hutan asli.
Apalagi nih memoar yang mesti saya tuliskan...Tunggu saja!

Selanjutnya ikuti... !!!
Mengapa saya menjadi terapis? Bagimana mengenali Madu Asli? Testimoni Para Pengamal Madu dan Bekam. Dan tulisan lepas saya tentang Fitrah Healing yang dasyat perlu dipahami bersama sesuai tuntutan fitrah tubuh kita...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar