Sabtu, 13 Maret 2010
Membangun Negeri Bermula dari Lingkungan Sendiri
Percepatan pembangunan terutama jalan dan fasilitas publik di suatu daerah akan meningkatkan mobilisasi urban dan permasalahan lain yang mengikutinya. Cimenyan yang berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) adalah salah satu gambaran realistis di depan mata penulis yang tinggal menetap sejak enam tahun yang lalu. Penataan tata ruang dan penegakan peraturan daerah serta kesungguhan pemimpin daerah lokal menjadi sorotan penulis saat ini. Bila terus dibiarkan dan dibiarkan, tinggal menunggu "ledakan" masalah ekonomi-sosial-lingkungan masyarakat yang berada di ketinggian perbukitan yang sebagian besar petani marginal yang tergantung dengan curahan hujan.
Ironi, dengan jarak dari pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat hanya 5 km dan 30 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung di Soreang. Perda Provinsi Jabar seperti tak punya gigi, karena kondisi kas desa yang masih lebih besar tergantung dengan pendapatan tak tetap atau bantuan pemerintah yang belum menjamin kesejateraan aparatur desa. Sehingga peraturan tinggal peraturan, pembangunan perumahan seperti bergerilya bahkan dengan memakirkan beberapa mobil dinas kemiliteran di rumah dan depan kantor desa, masalah pembangunan rumah mewah yang sudah ditentang oleh warga karena mengganggu sumber dan resapan air tetap berjalan. Jadinya,dari beberapa ratus meter setelah masuk Jalan Padasuka menuju ke Cimenyan, bila di petang hari, sudah berkilauan lampu penerang di setiap sudut halaman sehingga dari jauh "kaciri" ada rumah meeewah! Bagaimana dengan pemerintah kabupaten, "tebiiih teuing euy" jadi susah ngontrolnya, jawaban klise.
Penataan tempat wisata Caringin Tilu pun tak terarah dengan kebijakan formal. Hukum rimba berlaku, siapa yang kuat di di wilayah itu, ianya dapat mengatur pembangunan saung-saung dan mengumpulkan pundi-pundi pendapatan tanpa adanya transparansi. Wisata Caringin Tilu dengan View City Of Bandung banyak mengundang decak kagum pengunjung, dan seharusnya menjadi jalan penapakan ruhiyah dengan tafakur memuji ciptaan-Nya yang indah. Tapi pengalaman membuktikan tempat itu dijadikan ajang maksiat terutama di malam hari, tak kenal hari...karena setiap hari ditemui dengan mudah belasan pasangan sedang terlena dan melenakan diri.
Pemahaman dari pijakan pendidikan yang rata-rata rendah, kehidupan dan cara ikhtiar berekonomi yang pragmatis dan budaya kehidupan yang masih jauh dari nilai-nilai Islam. Menjadi akar pemasalahan dan mengundang amal nyata kami untuk menata lingkungan Cimenyan. Siapa lagi bila bukan kami yang sedikit banyak sudah mengenal karakter penduduk dan para tokoh masyarakatnya. Kondisi real tofografisnya yang bukit dan lembah sudah kami jelajahi dan dipetakan. Maka terjawab beberapa masalah untuk dicarikan solusinya yaitu:
1. Jarak rumah dan fasilitas pendidikan formal yang harus melewati jalan becek bila hujan dan berdebu bila kemarau dengan satu, dua dan seterus berupa bukit dan lembah mesti dilewati untuk menuju ke SD , apalagi SMP dan bahkan Sekolah Lanjutan Atas harus naik ojek pulang pergi (PP) antara 10 ribu sampai dengan 20 ribu. Sehingga paling banyak penduduk berpendidikan sampai SD itupun tak tamat, kemudian sedikit SMP dan lebih sedikit SMA serta sangat sedikit bergelar sarjana.
Maka Solusinya, kami mengusahakan santunan biaya transportasi dari 50 ribu sampai 100 ribu, ada yang rutin karena ada donatur tetapnya (4 orang anak) dan insidentil yang tak terduga waktu dan besarnya. Delapan anak dari Rumah Amal Salman akan berhenti sampai bulan Juni sesuai rencana program.
2. Pengamalan Nilai-Nilai Islam yang masih didominasi ajaran kepercayaan, mengkultuskan tokoh panutan dan sebagainya.
Maka kami, memprogramkan pengajian pekanan para tokoh dan para pelajar, ta'lim rutin setiap Ahad pagi dan siang dengan masjid dan tempat lain yang berbeda dan Kamis Malam di masjid dekat rumah penulis.
3. Puskemas yang berada di pusat kecamatan agak sulit dijangkau dengan kondisi daerah berbukit dan lembah sehingga disiasati oleh sebuah lembaga misionaris dengan membuat Balai Pengobatan Murah.
Maka kami secara berkala dengan teman-teman praktisi kesehatan mengadakan bakti sosial (baksos).
Penulis berharap ada uluran tangan untuk membenahi lingkungan terdekat dan bertahap meluas sampai ke seantero negeri. Lingkungan terdekat dibenahi menjadi jalan kemudahan membangun negeri.
Kami sediakan rekening infaq untuk program ini:
===> 0070093256 Bank Syariah Mandiri Cab.Bandung
===> 1310007225503 Bank Mandiri KCP Ahmad Yani, Bandung
===> 4370949579 BCA KCU Ahmad Yani, Bandung.
===> 919 3095399 Bank Muamalat (Share)Bandung
Semua atas nama Ahmad Itsnaeni, mohon dengan hormat bila ada transfer infaq untuk program kami mengharapkan SMS pemberitahuan ke 081394507185 atau 02270734370.
Ironi, dengan jarak dari pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat hanya 5 km dan 30 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung di Soreang. Perda Provinsi Jabar seperti tak punya gigi, karena kondisi kas desa yang masih lebih besar tergantung dengan pendapatan tak tetap atau bantuan pemerintah yang belum menjamin kesejateraan aparatur desa. Sehingga peraturan tinggal peraturan, pembangunan perumahan seperti bergerilya bahkan dengan memakirkan beberapa mobil dinas kemiliteran di rumah dan depan kantor desa, masalah pembangunan rumah mewah yang sudah ditentang oleh warga karena mengganggu sumber dan resapan air tetap berjalan. Jadinya,dari beberapa ratus meter setelah masuk Jalan Padasuka menuju ke Cimenyan, bila di petang hari, sudah berkilauan lampu penerang di setiap sudut halaman sehingga dari jauh "kaciri" ada rumah meeewah! Bagaimana dengan pemerintah kabupaten, "tebiiih teuing euy" jadi susah ngontrolnya, jawaban klise.
Penataan tempat wisata Caringin Tilu pun tak terarah dengan kebijakan formal. Hukum rimba berlaku, siapa yang kuat di di wilayah itu, ianya dapat mengatur pembangunan saung-saung dan mengumpulkan pundi-pundi pendapatan tanpa adanya transparansi. Wisata Caringin Tilu dengan View City Of Bandung banyak mengundang decak kagum pengunjung, dan seharusnya menjadi jalan penapakan ruhiyah dengan tafakur memuji ciptaan-Nya yang indah. Tapi pengalaman membuktikan tempat itu dijadikan ajang maksiat terutama di malam hari, tak kenal hari...karena setiap hari ditemui dengan mudah belasan pasangan sedang terlena dan melenakan diri.
Pemahaman dari pijakan pendidikan yang rata-rata rendah, kehidupan dan cara ikhtiar berekonomi yang pragmatis dan budaya kehidupan yang masih jauh dari nilai-nilai Islam. Menjadi akar pemasalahan dan mengundang amal nyata kami untuk menata lingkungan Cimenyan. Siapa lagi bila bukan kami yang sedikit banyak sudah mengenal karakter penduduk dan para tokoh masyarakatnya. Kondisi real tofografisnya yang bukit dan lembah sudah kami jelajahi dan dipetakan. Maka terjawab beberapa masalah untuk dicarikan solusinya yaitu:
1. Jarak rumah dan fasilitas pendidikan formal yang harus melewati jalan becek bila hujan dan berdebu bila kemarau dengan satu, dua dan seterus berupa bukit dan lembah mesti dilewati untuk menuju ke SD , apalagi SMP dan bahkan Sekolah Lanjutan Atas harus naik ojek pulang pergi (PP) antara 10 ribu sampai dengan 20 ribu. Sehingga paling banyak penduduk berpendidikan sampai SD itupun tak tamat, kemudian sedikit SMP dan lebih sedikit SMA serta sangat sedikit bergelar sarjana.
Maka Solusinya, kami mengusahakan santunan biaya transportasi dari 50 ribu sampai 100 ribu, ada yang rutin karena ada donatur tetapnya (4 orang anak) dan insidentil yang tak terduga waktu dan besarnya. Delapan anak dari Rumah Amal Salman akan berhenti sampai bulan Juni sesuai rencana program.
2. Pengamalan Nilai-Nilai Islam yang masih didominasi ajaran kepercayaan, mengkultuskan tokoh panutan dan sebagainya.
Maka kami, memprogramkan pengajian pekanan para tokoh dan para pelajar, ta'lim rutin setiap Ahad pagi dan siang dengan masjid dan tempat lain yang berbeda dan Kamis Malam di masjid dekat rumah penulis.
3. Puskemas yang berada di pusat kecamatan agak sulit dijangkau dengan kondisi daerah berbukit dan lembah sehingga disiasati oleh sebuah lembaga misionaris dengan membuat Balai Pengobatan Murah.
Maka kami secara berkala dengan teman-teman praktisi kesehatan mengadakan bakti sosial (baksos).
Penulis berharap ada uluran tangan untuk membenahi lingkungan terdekat dan bertahap meluas sampai ke seantero negeri. Lingkungan terdekat dibenahi menjadi jalan kemudahan membangun negeri.
Kami sediakan rekening infaq untuk program ini:
===> 0070093256 Bank Syariah Mandiri Cab.Bandung
===> 1310007225503 Bank Mandiri KCP Ahmad Yani, Bandung
===> 4370949579 BCA KCU Ahmad Yani, Bandung.
===> 919 3095399 Bank Muamalat (Share)Bandung
Semua atas nama Ahmad Itsnaeni, mohon dengan hormat bila ada transfer infaq untuk program kami mengharapkan SMS pemberitahuan ke 081394507185 atau 02270734370.
Minggu, 07 Februari 2010
Pola Makan Rasulullah Ala Indonesia
Sungguh dasyat kekuatan dan rahasia sunnah Rasulullah Shalallahu'alaihi wasalam dengan pola makan yang terbaik dari pemahaman dan arahan dari ALLAH, manusia biasa menjadi luar biasa kekuatan ruh dan talenta tubuhnya. Beliau contoh terbaik dan ideal bagi manusia seluruh dunia yang menginginkan kehidupan yang harmoni. Tetapi dengan kondisi geografis, budaya makan dan kemampuan sosial ekonomi kebanyakan masyarakat Indonesia, mestikah memaksakan diri saat belum ada kemampuan untuk menghadirkan produk impor seperti kurma, zaitun dan madu jazirah arab???.
Bersyukur atas pengalaman mempelajari dan berusaha memahami Klasifikasi Tanaman saat studi sekolah menengah dan kuliah di masa silam. Kurma, adalah jenis rumpun Palmae yang tumbuh tersebar di daerah kering sedangkan jenis Palmae yang berkembang dan tumbuh tersebar di nusantara adalah kelapa, pinang, aren, sawit dan seterusnya. Kemudian Madu, dengan kadar curah hujan yang rendah dan pakan lebah yang berunsur panas-kering seperti kurma, tin, jinten hitam dan sebagainya maka keluaran madu dari perut lebah di sana juga mempengaruhi kualitas madu jazirah arab yang terkenal hitam-kental.Bagaimana dengan kondisi tropis negara kita yang mempengaruhi kadar air pada madu karena potensi hutan atau tumbuhan yang di kenal basah. Sehingga alangkah wajar bila rata-rata madu tropis terutama di wilayah barat lebih tinggi kadar airnya di bandingkan wilayah timur. Untuk mudahnya bisa kita perhatikan kualitas kayu jati yang dituntut berkadar air rendah bila ingin disebut berkualitas adalah semakin ke timur semakin bagus. Cuakep banget...! Bila meminjam istilah Ustadz Yusuf Mansur.
Karena itu untuk menyikapi keterbatasan yang ada sebaiknya disikapi dengan mencari produk makanan yang berkualitas hampir sama kandungan nutrisi dan efek farmakologisnya seperti kurma, madu dan sebagainya sebagaimana referensi di bawah ini. Misalnya bila disebutkan kurma mengandung zat penetral racun, di buah kelapa juga sama. Jenis rumpun palmae ini juga daun atau minyaknya bisa digunakan menjadi obat luka. Dan sungguh menjadi harapan penulis (AMB, red) dan suatu hal yang menantang untuk saudara-saudara kita yang fokus meneliti, meriset memikirkan kebesaran ciptaan Allah dalam unsur tumbuhan dan makanan yang bisa menjadi obat untuk makanan dan makanan menjadi obat. Wallahu'alam bishawwab.
Referensi:
http://iqbalzz.web.ugm.ac.id/second.php?action=viewartikel&id=2
http://www.republika.co.id/berita/83325/meneladani-pola-makan-sehat-rasulullah
Bersyukur atas pengalaman mempelajari dan berusaha memahami Klasifikasi Tanaman saat studi sekolah menengah dan kuliah di masa silam. Kurma, adalah jenis rumpun Palmae yang tumbuh tersebar di daerah kering sedangkan jenis Palmae yang berkembang dan tumbuh tersebar di nusantara adalah kelapa, pinang, aren, sawit dan seterusnya. Kemudian Madu, dengan kadar curah hujan yang rendah dan pakan lebah yang berunsur panas-kering seperti kurma, tin, jinten hitam dan sebagainya maka keluaran madu dari perut lebah di sana juga mempengaruhi kualitas madu jazirah arab yang terkenal hitam-kental.Bagaimana dengan kondisi tropis negara kita yang mempengaruhi kadar air pada madu karena potensi hutan atau tumbuhan yang di kenal basah. Sehingga alangkah wajar bila rata-rata madu tropis terutama di wilayah barat lebih tinggi kadar airnya di bandingkan wilayah timur. Untuk mudahnya bisa kita perhatikan kualitas kayu jati yang dituntut berkadar air rendah bila ingin disebut berkualitas adalah semakin ke timur semakin bagus. Cuakep banget...! Bila meminjam istilah Ustadz Yusuf Mansur.
Karena itu untuk menyikapi keterbatasan yang ada sebaiknya disikapi dengan mencari produk makanan yang berkualitas hampir sama kandungan nutrisi dan efek farmakologisnya seperti kurma, madu dan sebagainya sebagaimana referensi di bawah ini. Misalnya bila disebutkan kurma mengandung zat penetral racun, di buah kelapa juga sama. Jenis rumpun palmae ini juga daun atau minyaknya bisa digunakan menjadi obat luka. Dan sungguh menjadi harapan penulis (AMB, red) dan suatu hal yang menantang untuk saudara-saudara kita yang fokus meneliti, meriset memikirkan kebesaran ciptaan Allah dalam unsur tumbuhan dan makanan yang bisa menjadi obat untuk makanan dan makanan menjadi obat. Wallahu'alam bishawwab.
Referensi:
http://iqbalzz.web.ugm.ac.id/second.php?action=viewartikel&id=2
http://www.republika.co.id/berita/83325/meneladani-pola-makan-sehat-rasulullah
Jumat, 08 Januari 2010
Lebih Mudah Merubah Diri Sendiri
Ketika saya masih muda dan bebas berimajinasi saya bermimpi akan mengubah dunia yang didominasi orang-orang yang membanggakan kelompoknya dan mendewakan materi (kapitalis) tanpa mau menghargai orang-orang yang sudah mereka jajah dan tertindas. Seiring bertambahnya usia dan kebijaksanaan saya mendapati dunia yang tidak berubah, saya pun menyederhanakan keinginan saya dan memutuskan hanya ingin merubah negeri saya, negeri yang subur-makmur hingga mengundang penjajah dan menjajahnya lebih dari tiga setengah abad, penjajah menyebarluaskan misi ajarannya melalui gendingnya, memecah belah umat, membuat negara-negara kecil yang akan menjadi bonekanya dan melahirkan pemimpin-pemimpin feodal yang terus menyisakan semangatnya kepada era reformasi ini. Sungguh berat merubah bangsa-negeri ini.
Usia saya semakin bertambah, mimpi saya sederhanakan yaitu ingin merubah keluarga, orang-orang terdekat . Akan tetapi, lagi-lagi, sekian lama tetap sama, tak ada yang berubah. Usia terus bertambah dan hakekatnya jatah umur semakin berkurang. Renungan panjang saya mengubah mimpi yaitu ingin merubah diri sendiri, saya bagaimana saya memikirkan dan bertindak. Berusaha dan sepertinya lebih mudah merubah diri sendiri daripada merubah orang lain, keluarga, negeri dan dunia ini. Biarlah pelan-pelan perubahan baik ini akan menjalar kepada semua orang, keluarga, negri dan dunia.Rahmatan Lil'alamin, Allahu Akbar !
Usia saya semakin bertambah, mimpi saya sederhanakan yaitu ingin merubah keluarga, orang-orang terdekat . Akan tetapi, lagi-lagi, sekian lama tetap sama, tak ada yang berubah. Usia terus bertambah dan hakekatnya jatah umur semakin berkurang. Renungan panjang saya mengubah mimpi yaitu ingin merubah diri sendiri, saya bagaimana saya memikirkan dan bertindak. Berusaha dan sepertinya lebih mudah merubah diri sendiri daripada merubah orang lain, keluarga, negeri dan dunia ini. Biarlah pelan-pelan perubahan baik ini akan menjalar kepada semua orang, keluarga, negri dan dunia.Rahmatan Lil'alamin, Allahu Akbar !
Senin, 14 Desember 2009
Muhasabah Cinta
Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu
Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu
Reff
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
*
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabat cintaku
Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu
Back to Reff
Back to *
Repeat Reff 2x
Koleksi Edcoustic yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Edcoustic – Muhasabah Cinta
Gambar Artis Indonesia
Sabtu, 21 November 2009
Bisa Naik Ngga Bisa Turun
Kesukaaaku adalah minum kelapa segar yang baru dipetik dari pohonnya. Lebih nikmat lagi adalah aku sendiri yang menaikinya. Tidak semua pohon kelapa yang tinggi-tinggi itu dapat kunaiki. Pertamakali aku naik pohon kelapa adalah pada usia kelas satu es-emp-pe, saat itu "Baskara" grup pencinta alamku yang didirikan bersama dengan teman-teman seiman-senakal-sekandang ayam(pernah tidur sama-sama di kandang ayam - nanti ada cerita "Bisa masuk Ngga bisa keluar") mengadakan acara kemping di pelosok desa di Kecamatan Rumpin, Bogor. Berkemah di Rumpin adalah yang kedua, sebelumnya berkemah pertamakali di Curug Pelayangan, Serpong (nanti ada cerita kami menemukan fitrah Allah dalam pusaran air di tengah telaga Curug Pelayangan- pakaian dalamku yang tenggelam di pusaran air...mengisyaratkan aku yang tidak pandai berenang untuk tidak ke tengah telaga).
Sudah masuk hari kedua kita berkemah di Rumpin, hari pertama dan malam pertama di mana kita belum memahami dan menguasai sepenuhnya kondisi medan lapangan perkemahan yang berada di tanah lapang seluas 500 meter persegi di sisi persawahan dan lebatnya hutan di kaki gunung batu-batu besar bertumpuk. Malam hari pertama, saat purnama jelas menggantung di sudut pandang kita. Semua tidak ada yang bisa berhepi-hepi. Setiap hitungan beberapa detik semilir angin meniupkan suara-suara berderak gesekan batang-batang bambu yang tumbuh lebat di pinggiran hutan dekat kita berkemah. Diiringi suara binatang malam yang tak putus-putus berkomunikasi antar sesamanya menambah suasana horor dari dengar-dengar cerita nenek-buyut di rumah tentang seramnya suasana saat bulan purnama. Iiiih! Kupimpin kawan-kawan untuk membaca qur'an selepas Isya sambil menunggu kawan yang lain menyelesaikan tugas memasaknya. Dzikrullah! Hati kita semua merasa tenang..., standar perkemahan "aman" yang kita pahami sudah kita jalani, selanjutnya menghormati adat istiadat daerah setempat dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah semata.
Malam keduanya, sungguh kontras dengan malam pertama, aku tak kuat lama membaca qur'an apalagi dengan penerang lampu badai yang tak seterang lampu listrik di rumah, selepas Isya dan berdzikir sebentar ada yang langsung pegang gitar..., tertawa terbahak-bahak...hingga akhirnya semua tertidur nyenyak. Esok pagi selepas Shubuh langsung menuju ke sawah dan sungai anak Cisadane, lelah dahaga setelah bermain lumpur sawah kemudian mandi sungai, aku terpesona dengan dua batang pohon kelapa yang hampir sama besar dan ketinggiannya sekitar 15 meter berada di sisi sungai tempat kita mandi bertelanjang dada. Kutawari teman-teman dulu yang mau minum air kelapa untuk naik, semua menggelengkan kepala tak berani memaksakan diri. Akhirnya aku yang naik, dengan modal sudah biasa naik pohon kelapa di depan rumah (cuma tiga meter...kemudian ada sobekan di batang utamanya sehingga mudah ditapaki pelan-pelan hingga ke ujung pohon). Bismillah! Kupanjat pohon setinggi 15 meter dengan susah payah...rasa perih terlupakan dengan semangat teman-teman untuk terus naik karena terlihat jelas sudah butiran hijau kelapa sudah beberapa meter di atas kepalaku. Alhamdulillah! Kuraih dahan pertama yang kokoh dan kupanjati kemudian kuraih lagi dua-tiga dahan dan kududuki untuk istirahat mengatur nafas sejenak. Mulailah ku absen temanku satu persatu dan ku lempari kelapa hijau yang telah ku pilih berisi dan mudah kujangkau. Mereka di bawah sambil memegang kelapa haknya masing-masing dengan sabar menunggu aku memilih tiga kelapa lagi untukku dan turun dengan selamat. Alhamdulillah...! Goresan tajam batang kelapa di dadaku terasa perih dan bertambah perih saat teman-teman memandikan dan membersihkan aku dari serakan hitam tajam di kepala dan punggungku dengan air sungai. Puas...! Segarnya kelapa petikanku!!!
Kedua,saat tugas di Banyuwangi, Jawa Timur. Teman-teman di Perhutani RPH Gombeng,BKPH Katapang ingin melihatku naik pohon kelapa di pekarangan rumah Kyai Mahali.
Ketiga,saat tugas kuliah lapangan di Cibugel, Sumedang. Lagi-lagi aku memanjat pohon kelapa.
Keempat, Allah mempertemukanku dengan gadis shalehah asal Pandeglang, Banten, kebun mertuaku yang puluhan hektar berjajar ratusan pohon kelapa. Kucoba dan kupanjat dengan cara "ngos-ngosan" seperti pengalaman memanjat pohon kelapa yang pertama dan kedua di atas. Alhamdulillah berakhir dengan selamat dan meminum kelapa segar dengan dada dan kulit kedua tangan terasa perih luka tergesek.
Kesekian kalinya, saat usia pernikahan 11 tahun, Ramadhan dua tahun lalu, untuk bekal buka puasa selepas shalat Dzuhur di masjid, kupenuhi tawaran bapak ketua RW tempat ku tinggal di Bandung, lokasi rumahnya berseberangan dengan masjid dan di belakang rumahnya banyak tumbuh berbagai jenis pohon kelapa. Aku tertarik pada pohon kelapa berketinggian 20 meter, kelapanya hijau dan "ranum". Bismillah! Kusadari kondisi sedang berpuasa dan pohonnya tinggi. Alhamdulillah, sepuluh menit dapat kugapai dahan pertama dan dengan satu kali mengangkat tubuh langsung kuraih dahan yang lebih tinggi hingga seperti pengalaman sebelumnya dapat kududuki dengan nyaman untuk beristirahat sejenak sambil memilih kelapa mana yang akan kupetik dan kujatuhkan satu persatu.
Sudah belasan kelapa ku jatuhkan, tiba-tiba angin bertiup kencang menggoyangkan diriku. Kusadari saat selesai menjatuhkan kelapa terakhir, kaki dan tanganku gemetar tak biasa. Hari itu, Jam itu, Menit itu, Detik itu! Mengingatkan aku kepada YANG MAHA KUASA, 'ala kulli syaiinqadiir!!! Beberapa jam aku tertahan...merenungi kehadiran ALLAH, ALLAH ADA, ALLAH sangat dekat di urat leherku! ALLAH...ALLAH...ALLAH...aku BISA NAIK NGGA BISA TURUN!
Sudah masuk hari kedua kita berkemah di Rumpin, hari pertama dan malam pertama di mana kita belum memahami dan menguasai sepenuhnya kondisi medan lapangan perkemahan yang berada di tanah lapang seluas 500 meter persegi di sisi persawahan dan lebatnya hutan di kaki gunung batu-batu besar bertumpuk. Malam hari pertama, saat purnama jelas menggantung di sudut pandang kita. Semua tidak ada yang bisa berhepi-hepi. Setiap hitungan beberapa detik semilir angin meniupkan suara-suara berderak gesekan batang-batang bambu yang tumbuh lebat di pinggiran hutan dekat kita berkemah. Diiringi suara binatang malam yang tak putus-putus berkomunikasi antar sesamanya menambah suasana horor dari dengar-dengar cerita nenek-buyut di rumah tentang seramnya suasana saat bulan purnama. Iiiih! Kupimpin kawan-kawan untuk membaca qur'an selepas Isya sambil menunggu kawan yang lain menyelesaikan tugas memasaknya. Dzikrullah! Hati kita semua merasa tenang..., standar perkemahan "aman" yang kita pahami sudah kita jalani, selanjutnya menghormati adat istiadat daerah setempat dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah semata.
Malam keduanya, sungguh kontras dengan malam pertama, aku tak kuat lama membaca qur'an apalagi dengan penerang lampu badai yang tak seterang lampu listrik di rumah, selepas Isya dan berdzikir sebentar ada yang langsung pegang gitar..., tertawa terbahak-bahak...hingga akhirnya semua tertidur nyenyak. Esok pagi selepas Shubuh langsung menuju ke sawah dan sungai anak Cisadane, lelah dahaga setelah bermain lumpur sawah kemudian mandi sungai, aku terpesona dengan dua batang pohon kelapa yang hampir sama besar dan ketinggiannya sekitar 15 meter berada di sisi sungai tempat kita mandi bertelanjang dada. Kutawari teman-teman dulu yang mau minum air kelapa untuk naik, semua menggelengkan kepala tak berani memaksakan diri. Akhirnya aku yang naik, dengan modal sudah biasa naik pohon kelapa di depan rumah (cuma tiga meter...kemudian ada sobekan di batang utamanya sehingga mudah ditapaki pelan-pelan hingga ke ujung pohon). Bismillah! Kupanjat pohon setinggi 15 meter dengan susah payah...rasa perih terlupakan dengan semangat teman-teman untuk terus naik karena terlihat jelas sudah butiran hijau kelapa sudah beberapa meter di atas kepalaku. Alhamdulillah! Kuraih dahan pertama yang kokoh dan kupanjati kemudian kuraih lagi dua-tiga dahan dan kududuki untuk istirahat mengatur nafas sejenak. Mulailah ku absen temanku satu persatu dan ku lempari kelapa hijau yang telah ku pilih berisi dan mudah kujangkau. Mereka di bawah sambil memegang kelapa haknya masing-masing dengan sabar menunggu aku memilih tiga kelapa lagi untukku dan turun dengan selamat. Alhamdulillah...! Goresan tajam batang kelapa di dadaku terasa perih dan bertambah perih saat teman-teman memandikan dan membersihkan aku dari serakan hitam tajam di kepala dan punggungku dengan air sungai. Puas...! Segarnya kelapa petikanku!!!
Kedua,saat tugas di Banyuwangi, Jawa Timur. Teman-teman di Perhutani RPH Gombeng,BKPH Katapang ingin melihatku naik pohon kelapa di pekarangan rumah Kyai Mahali.
Ketiga,saat tugas kuliah lapangan di Cibugel, Sumedang. Lagi-lagi aku memanjat pohon kelapa.
Keempat, Allah mempertemukanku dengan gadis shalehah asal Pandeglang, Banten, kebun mertuaku yang puluhan hektar berjajar ratusan pohon kelapa. Kucoba dan kupanjat dengan cara "ngos-ngosan" seperti pengalaman memanjat pohon kelapa yang pertama dan kedua di atas. Alhamdulillah berakhir dengan selamat dan meminum kelapa segar dengan dada dan kulit kedua tangan terasa perih luka tergesek.
Kesekian kalinya, saat usia pernikahan 11 tahun, Ramadhan dua tahun lalu, untuk bekal buka puasa selepas shalat Dzuhur di masjid, kupenuhi tawaran bapak ketua RW tempat ku tinggal di Bandung, lokasi rumahnya berseberangan dengan masjid dan di belakang rumahnya banyak tumbuh berbagai jenis pohon kelapa. Aku tertarik pada pohon kelapa berketinggian 20 meter, kelapanya hijau dan "ranum". Bismillah! Kusadari kondisi sedang berpuasa dan pohonnya tinggi. Alhamdulillah, sepuluh menit dapat kugapai dahan pertama dan dengan satu kali mengangkat tubuh langsung kuraih dahan yang lebih tinggi hingga seperti pengalaman sebelumnya dapat kududuki dengan nyaman untuk beristirahat sejenak sambil memilih kelapa mana yang akan kupetik dan kujatuhkan satu persatu.
Sudah belasan kelapa ku jatuhkan, tiba-tiba angin bertiup kencang menggoyangkan diriku. Kusadari saat selesai menjatuhkan kelapa terakhir, kaki dan tanganku gemetar tak biasa. Hari itu, Jam itu, Menit itu, Detik itu! Mengingatkan aku kepada YANG MAHA KUASA, 'ala kulli syaiinqadiir!!! Beberapa jam aku tertahan...merenungi kehadiran ALLAH, ALLAH ADA, ALLAH sangat dekat di urat leherku! ALLAH...ALLAH...ALLAH...aku BISA NAIK NGGA BISA TURUN!
Rabu, 11 November 2009
Pekan Pertama Dalam 8 Pekan Menggapai Hidup Sehat
Kenapa harus 8 Minggu? Karena waktu 8 minggu dianggap cukup untuk mengembalikan sistem-sistem biologis tubuh pada keadaan yang baru dan cukup untuk menambah kekuatan imunitas tubuh dan memunculkan respon.
Sebagaimana sistem ini dapat menambah respon sistem biologis ini dan pada gilirannya dapat menambah hormon prostaglin yang disebut dengan hormon pencegah radang (infeksi). Sebagaimana hal itu dapat mengatur waktu tidur dan meminimalisir kecemasan.
Pekan Pertama (Langkah-langkahnya)
1. Menghindari segala jenis lemak dan minyak, kecuali minyak zaitun.
2. Menghindari segala jenis lemak buatan pabrik.
3. Menghindari segala jenis makanan instan buatan pabrik.
4. Menghindari segala produk makanan berperwarna buatan.
5. Pastikan kita tidak mengkonsumsi makanan berlemak.
Pola Makan
1. Mulailah mngkonsumsi sayuran segar terutama sayuran yang kita sukai.
2. Memprioritaskan mengkonsumsi ikan terutama ikan yang hidup di lautan dalam seperti
salmon atau tenggiri minimal dua kali dalam satu minggu, karena ikan ini banyak
mengandung omega 3 dan asam lemak yang sangat berguna bagi tubuh dan otak, unsur
ini juga dapat menurunkan kadar lemak dalam darah dan sekaligus mencegah
peradangan dan kerusakan jaringan.
Makanan Suplemen
Mengkonsumsi herbal yang mengandung vitamin C berkisar antara 1000-2000 mg dalam setiap porsi makanan kita. Seperti Rosella, madu dan buah-buahan dalam setiap porsi makanan (sarapan, makan siang dan sore. Karena vitamin C dapat membantu jaringan menjadi kuat, kokoh dan membantu mempercepat kesembuhan luka.
Olah Raga
Usahakan berjalan kaki minimal 10 menit dengan kecepatan yang teratur setiap hari.
Mental Spiritual
1. Mulailah bersantai dan menghirup udara (menarik nafas) selama lima menit setiap
hari dengan cara :
a. Duduk di tempat yang nyaman, dengan punggung lurus dan mata terpejam,
menggunakan pakaian longgar dan santai.
b. Konsentrasikan pikiran pada pernafasan dengan tetap mengingat kepada atau
menyebut Sang Maha Pencipta, Maha Pengatur dan Maha Penyembuh. Tarik nafas
dalam-dalam lewat hidung dan keluarkan lewat hidung atau mulut sesuai kemampuan
dengan otot yang dikendurkan. Hal ini dapat merelaksasikan tubuh, otak(akal)
dan jiwa.
2. Sering mengunjungi kebun atau taman yang indah, hijau dan menyegarkan. Jika tidak
milikilah tanaman segar atau bunga yang menyenangkan aromanya.
Dikutif dan sedikit dikembangkan dari Buku Pola Makan Rasulullah, Prof. Dr.Abdul Basith Muhammad As-Sayyid.
Sebagaimana sistem ini dapat menambah respon sistem biologis ini dan pada gilirannya dapat menambah hormon prostaglin yang disebut dengan hormon pencegah radang (infeksi). Sebagaimana hal itu dapat mengatur waktu tidur dan meminimalisir kecemasan.
Pekan Pertama (Langkah-langkahnya)
1. Menghindari segala jenis lemak dan minyak, kecuali minyak zaitun.
2. Menghindari segala jenis lemak buatan pabrik.
3. Menghindari segala jenis makanan instan buatan pabrik.
4. Menghindari segala produk makanan berperwarna buatan.
5. Pastikan kita tidak mengkonsumsi makanan berlemak.
Pola Makan
1. Mulailah mngkonsumsi sayuran segar terutama sayuran yang kita sukai.
2. Memprioritaskan mengkonsumsi ikan terutama ikan yang hidup di lautan dalam seperti
salmon atau tenggiri minimal dua kali dalam satu minggu, karena ikan ini banyak
mengandung omega 3 dan asam lemak yang sangat berguna bagi tubuh dan otak, unsur
ini juga dapat menurunkan kadar lemak dalam darah dan sekaligus mencegah
peradangan dan kerusakan jaringan.
Makanan Suplemen
Mengkonsumsi herbal yang mengandung vitamin C berkisar antara 1000-2000 mg dalam setiap porsi makanan kita. Seperti Rosella, madu dan buah-buahan dalam setiap porsi makanan (sarapan, makan siang dan sore. Karena vitamin C dapat membantu jaringan menjadi kuat, kokoh dan membantu mempercepat kesembuhan luka.
Olah Raga
Usahakan berjalan kaki minimal 10 menit dengan kecepatan yang teratur setiap hari.
Mental Spiritual
1. Mulailah bersantai dan menghirup udara (menarik nafas) selama lima menit setiap
hari dengan cara :
a. Duduk di tempat yang nyaman, dengan punggung lurus dan mata terpejam,
menggunakan pakaian longgar dan santai.
b. Konsentrasikan pikiran pada pernafasan dengan tetap mengingat kepada atau
menyebut Sang Maha Pencipta, Maha Pengatur dan Maha Penyembuh. Tarik nafas
dalam-dalam lewat hidung dan keluarkan lewat hidung atau mulut sesuai kemampuan
dengan otot yang dikendurkan. Hal ini dapat merelaksasikan tubuh, otak(akal)
dan jiwa.
2. Sering mengunjungi kebun atau taman yang indah, hijau dan menyegarkan. Jika tidak
milikilah tanaman segar atau bunga yang menyenangkan aromanya.
Dikutif dan sedikit dikembangkan dari Buku Pola Makan Rasulullah, Prof. Dr.Abdul Basith Muhammad As-Sayyid.
Senin, 12 Oktober 2009
Cimenyan Eksotik 2 ( Perenungan Oktober 2009)
Dasyat! Desakan memanfaatkan lahan di Cimenyan untuk kepentingan pribadi dengan mengabaikan konservasi semakin lebih luas. Dari tahun ke tahun pembangunan terus terjadi dalam skala kecil atau besar tetapi hampir seluruhnya mengabaikan aspek keseimbangan dan dampak lebih besar ke depan terutama masalah resapan air dan ancaman bencana longsor. Bagaimana nih, masih adakah individu atau kolektif terutama kalangan eksekutif yang peduli dengan dekadensi segala aspek di Kawasan Bandung Utara (KBU) khususnya Cimenyan.
Langganan:
Postingan (Atom)



