Kamis, 02 Juli 2009

Biarkan... Mereka Berkembang

Bismillahirrahmaanirrahiim...
Rajab hari ke-9, kamis (2/7/09) dibalik kaca ruang kerja, saya memandangi anak-anak belahan jiwa dan teman-temannya di pagi hari sekitar jam 7-an sedang mengais-ngais serakan daun di kebun sebelah rumah yang rimbun dengan tegakan pepohonan cengkeh yang tumbuh berjejer teratur di sekeliling kebun itu. Masa liburan yang menyenangkan bagi mereka.
"Abi nanti kalo sudah banyak dijual untuk beli PS3 ya...!? Celoteh anak bungsuku, Fakhri.
"Kalo cengkeh teteh dijual ke ummi aja untuk bikin kue kering" Tetehnya Fakhri menimpali.
"Kalo kaka mah untuk bahan obat sakit gigi atau pasta gigi ya bi...!??" Si sulung menambahi cerdas.
"ok...ok...sekarang dijemur cengkehnya, lihat tuh sinar mataharinya!" Kataku, mengajak mereka ke halaman dan membentangkan beberapa lembar koran.
Mereka bersemangat penuh suka cita mengerubungi saya setelah merasa sudah banyak mengumpulkan cengkeh yang berjatuhan.
Subhanallah, mereka tumbuh dengan alamnya...., biarlah !!!
Iya! Biarkan mereka mengeksploitasi alam lingkungannya dengan arahan kita yang mencerdaskan. Sebab ku tahu ada sebagian tetanggaku yang melarang anak-anaknya seperti itu. Biarkanlah...mereka berkembang...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar