Hanya dalam hitungan hari, kasus positif influenza A H1N1 atau flu babi terus bertambah. Kemarin, Depkes RI mengumumkan tambahan 36 kasus baru. Dengan demikian, total kasus positif flu babi mencapai 122 orang (Media Indonesia,15/7).
Dan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan pemerintah akan menghentikan kebijakan isolasi dan pemberian obat antiviral jenis oseltamivir Tamiflu pada pasien positif flu babi seandainya jumlah kasus lebih dari 1000. Sepertinya akan meniru kebijakan negara barat, yaitu membiarkan pasien positif flu babi tanpa perlu diberi obat. Nantinya pasien akan sembuh sendiri.
Kutipan di atas menggambarkan bagaimana penyikapan atas perkembangan wabah yang telah mendunia dengan kembali pada kekuatan fitrah tubuh. Manakala korban sudah lebih banyak bahkan tak usah menunggu seribu, penderita dibiarkan mengandalkan tubuhnya mengendalikan serangan virus. Tubuh seperti apa yang mampu mengendalikan virus atau bakteri? Tentunya tubuh yang memperoleh penguatan dari asupan makanan yang bergizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Kasus yang menimpa saudara-saudara kita yang mengikuti Asian Choir Games di Korea Selatan memperkuat analisa saya bahwa korban yang terus bertambah sampai sebanyak 40 orang terkena flu babi dari rombongan Indonesia menunjukan mereka lebih rentan di bandingkan kita di Indonesia saat flu babi mewabah. Karena kita mengkonsumsi makanan lokal dari daerah tempat kita dilahirkan dan tumbuh sejak kecil hingga mengkonsumsi makanan bergizi sesuai kondisi alam atau iklim tempat tinggal kita berada.
Bagaimana mereka yang sudah biasa mengkonsumsi makanan lokal sesuai iklimnya kemudian harus menyesuikan diri dengan iklim dan jenis makanan yang berbeda di saat wabah penyakit yang mengganas sedang menyebar merata tak terbendung. Wallahu'alam
Rabu, 15 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar