![]() |
| Gadis Kecilku, Tsalitsa Sy.K. |
Jumat, 31 Mei 2013
Madu Asli Berkhasiat Tuk Kesehatan Mata
Pepatah bilang dari mata turun ke hati, lain mata lain hati kalo kesehatan mata terganggu karena tidak mampu melihat keindahan dan fenomena yang dapat mencerahkan-menenangkan hati.
Gambar model ini adalah asli anak gadis AMB yang baru kelas empat sekolah dasar (saat diambil gambar). Ia mengalami pedih mata selepas naik kendaraan sepeda motor yang rutin mengantar-jemput ke sekolahnya. Hingga akhirnya sang ayah selalu mengingatkannya tuk meneteskan madu asli ke matanya sebelum atau selepas tidur malam atau siang.
awalnya agak perih tapi selanjutnya dengan terus mengedipkan mata berulang-ulang seiring dengan itu kan berkurang perihnya dan akhirnya hilang. Tentunya tidak sembarang madu asli bisa diberikan bila tidak mengenalnya secara spesifik salah satunya adalah bagaimana madu asli itu ketika diteteskan kan meluncur dengan perlahan berputar mengikuti rotasi bumi tempat kita berpijak.
Mau coba, silakan hubungi AMB +6285659353125.
Label:
Hati.,
Madu,
Madu Asli,
Madu Hutan Asli,
Mata
Kamis, 18 Agustus 2011
Ramadhan Sarana Perbaikan dan Perubahan Diri
Dipastikan, setelah melihat "Iqra bismirabbik" makhluk lain di alam semesta ini juga melakukan Shaum-puasa sebagai tuntutan kebutuhan kehidupan (fithrah) seperti ulat melewati fase kepompong berpuasa dan berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Kayu jati berguguran daunnya maka semakin baik kualitas kayunya. Dan binatang air seperti ikan Tenggiri Biru yang mampu berlama-lama di dasar lautan karena permukaan laut sedang membeku menghasilkan kadar omega 3 yang tinggi dan Belut serta lele yang tahan berlama-lama tidak makan dan membenamkan diri di dalam lumpur juga menghasilkan kadar`omega 3 yang tinggi di tubuhnya.
Subhanallah, maka sungguh dasyat pengaruh ibadah shaum kita di bulan Ramadhan dengan mengendalikan diri dari dorongan hawa nafsu yang melulu minta diulang-ulang dan bertambah-tambah. Akan mempengaruhi kesehatan Jiwa dan Jasad kita bahkan kesehatan yang paripurna sebagai yang menjadi definisi Kesehatan Komplit ala badan kesehatan dunia WHO yaitu Sehat Jiwa, Sehat Phisik dan Sehat Sosial akan mampu kita raih dengan maksimal selepas Ramadhan.
Berkah dan Rahmat Allah semoga terus mengalir seiring langkah perbaikan dan perubahan diri kita.
Selamat Meraih Kemenangan, Wahai diri dan saudaraku Seiman!
Subhanallah, maka sungguh dasyat pengaruh ibadah shaum kita di bulan Ramadhan dengan mengendalikan diri dari dorongan hawa nafsu yang melulu minta diulang-ulang dan bertambah-tambah. Akan mempengaruhi kesehatan Jiwa dan Jasad kita bahkan kesehatan yang paripurna sebagai yang menjadi definisi Kesehatan Komplit ala badan kesehatan dunia WHO yaitu Sehat Jiwa, Sehat Phisik dan Sehat Sosial akan mampu kita raih dengan maksimal selepas Ramadhan.
Berkah dan Rahmat Allah semoga terus mengalir seiring langkah perbaikan dan perubahan diri kita.
Selamat Meraih Kemenangan, Wahai diri dan saudaraku Seiman!
Label:
nafsu,
puasa,
Ramadhan,
Sehat Jiwa,
Sehat Phisik,
Sehat Sosial,
Shaum,
WHO
Selasa, 24 Mei 2011
Menjaga Kekentalan, Kualitas dan Tekanan Darah
Semua makhluk bergerak dan tumbuh tanda ianya hidup mengikuti fitrah arahan sang Pencipta, Allah Rabbul'alamin. Bila ia berhenti bergerak sekejap saja, berarti ia melawan arahan fitrah illahi sehingga akan mengalami gangguan kerusakan bahkan membawa kepada kematian.
Darah, unsur penting yang berperan sebagai alat transportasi nutrisi ke seluruh bagian anggota tubuh kita. Dari makanan sehari-hari yang kita makan akan menjadi nutrien yang mengalir dibutuhkan organ, terutama otak dan jantung. Sebagaian besar yaitu sepertiga darah mengalir ke bagian kepala kita khususnya otak. Seper sekian detik terlambat darah mengalir ke otak berakibat begitu banyak sel-sel otak yang rusak. Kenapa bisa terlambat, bisa jadi disebabkan karena tensi darah rendah atau tensi darah normal tapi kekentalan darah berlebih sehingga mempengaruhi kelancaran sirkulasi darah ke seluruh tubuh terutama otak.
Sembilan tahun yang lalu, saat putera kedua saya berusia 2,5 tahun, ia mengalami gangguan darah yang dikenal oleh medis dengan sebutan ITP, trombositnya sangat rendah sehingga mengancam jiwanya. Setiap saat dan seketika ia mudah mengalami pendarahan terutama di mulut, hidung dan anus. Alhamdulillah, lewat tarbiyah ini saya menemukan keyakinan akan pentingnya makan sehat alami dan madu hutan asli yang berkualitas sehingga anak saya (saat ini sudah kelas 5 SD) dapat tumbuh sehat tak mengkhawatirkan seperti dulu, salah satunya lancar tak terjadi pendarahan saat dikhitan tiga tahun lalu. Untuk lebih lengkapnya bisa di buka tulisan saya sebelumnya http://ahmadmadubekam.blogspot.com/2010/05/demam-berdarah-dari-serang-banten.html
Sebaliknya, APS (Anti Phospholipid Sydrome) yang lebih banyak terjadi pada wanita harus disikapi hati-hati terutama bagi wanita hamil karena akan berakibat kepada keguguran janin atau pertumbuhan-kesehatan janin. Kasus kematian menimpa penulis buku produktif, Nurul F Huda (bukunya yg saya tahu Dua Lelaki Pilihan dan yang terakhir, Hingga Detak Jantungku Berhenti), almarhum mengalami gangguan jantung sejak kecil dan bila boleh saya menganalisa merupakan ikutan dari APS, penyakit turunan yang membuat darah mengental. Pengentalan akan menyumbat di daerah tertentu dan berakibat kerusakan dan sakit pada organ di mana darah mengental dan menyumbat. Bila sumbatan di otak berakibat stroke, di mata mengalami gannguan penglihatan hingga kebutaan, di telinga berakibat terganggu pendengaran bahkan menjadi tuli dan bila di jantung berakibat terganggunya kerja jantung atau lebih fatal serangan jantung yang mematikan sebagaimana yang menimpa Mbak Nurul F Huda, Allahuyarham rahmatan wasi'ah.
Tak cukup kekentalan darah yang mesti terjaga, kualitas berupa warna dan kandungan darah yang dibutuhkan oleh masing-masing organ tubuh. Pola makan dan bahan-bahan makanan saat ini sangat mempengaruhi kualitas darah kita. Banyaknya unsur makanan mengandung asam (acid) berlebih dalam porsi makanan sehari-hari kita atau tidak memperhatikan gizi seimbang akan mempengaruhi kesehatan tubuh kita dan khususnya organ-organ penting tubuh kita, seperti usus lambung, jantung, hati, ginjal dan paru-paru.
| Bermula dari makanan. |
Dari pengalaman mengamati darah beberapa orang yang kami bekam dan dikaitkan dengan diagnosa diawal serta pengakuan pola hidup mereka. Darah kental dan hitam akan mempengaruhi aktifitas dan pola pikir yang selanjutnya cepat atau lambat akan mempengaruhi kepada kesehatan mereka. Bermula dari keluhan pusing, pegal linu, gatal-gatal, jerawat, bisul hingga mengalami penyakit parah berupa tumor dan kanker.
Karena darah lambat untuk mencapai ke otak atau kepala maka akan ditandai pusing-pusing. Bila kualitas darah kotor-beracun dan kental maka akan berpengaruh kepada kusam kulit kepala dan wajah bahkan bisa merontokan rambut kepala. Bila ditambah tekanan darah yang tinggi dengan kualitas darah yang kental dan kotor-beracun maka akan mengalami ancaman stroke yang parah.
Pola makan yang tidak baik juga mempengaruhi kualitas pencernaan, "Makan selagi lapar dan berhenti sebelum kenyang" sebagaimana kebiasaan nabi sangat baik dalam penguatan usus lambung yang bertugas mencerna dan menyerap agar menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan dilarut dalam darah. Bila tidak terjaga akan terjadi komplikasi penyakit yang menimpa usus lambung dengan berbagai istilah seperti TB perut, polip perut, radang usus-lambung dan sebagainya. Bila dibiarkan terus akan mempengaruhi organ lain misalnya peradangan otak (ingat, sebagian besar darah mengalir ke otak).
Bagaimana menyikapinya?
"Tidaklah manusia memenuhi suatu wadah yang lebih jelek selain perutnya. Cukuplah ia makan beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tubuhnya. Jika ia mengisi perutnya, sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk udara-bernafasnya" (HR.Tirmidzi)
Setiap darah yang mengalir menngandung nutrisi yang dibutuhkan oleh seluruh organ tubuh. Bagaimana kualitas darah kita bila usus lambung yang mencerna dan menyerap makanan tak mendapatkan gizi yang baik apalagi seimbang. Apalagi tak cukup air dan kandungan oksigen yang cukup untuk melengkapi darah kita agar baik dan segar sebelum dipompa oleh jantung kita. Diperparah dengan penyakit yang diturunkan oleh orang tua tetapi tak disikapi dengan pola hidup dan pola makan yang baik.
Makanan berlebih akan membuat malas dan kurang makanan dan minum akan mempengaruhi kadar udara dan asam di perut kita, bila dibiarkan lama akan mengalami peradangan, perut kembung, pendarahan usus lambung, sembelit, polip perut, TB perut dan segala macam istilah. Di biarkan lama dan parah akan mengalami peradangan ke organ lain terutama otak (meningitis).
Pengobatan yang terbaik untuk gangguan darah adalah minum madu dan berbekam. Khusus untuk darah yang mengental perlu terapi pijatan panas, bekam dan minum madu. Bila sudah mengalami peradangan, maagh, polip pada perut dan sebagainya maka sikapi dengan memperbanyak makan buah terutama pepaya, minum madu asli hutan untuk menyembuhkan peradangan dan pembekaman untuk mngurangi angin serta asam berlebih.
Makanan yang terbaik adalah hasil bumi yang alami, segar dan tidak ada pengolahan sintetis yang merusak nutrisi makanan. Tak sekedar instan dan modern, semestinya makanan kita mengandung gula asli atau pemanis alami dan sebaik-baik makanan mengandung gula asli alami adalah madu.
Biasakan selalu kita minum madu dan berbekam agar terjadi keseimbangan sesuai kebutuhan tubuh kita.
Wallahu'alam, Semoga manfaat.
Label:
aps,
Bekam,
buah segar,
itp,
Madu,
meningitis,
pola hidup,
Pola Makan Sehat,
polip perut,
radang otak
Kamis, 10 Februari 2011
Obat Sebenarnya Adalah Ketenangan Jiwa
Jelang siap berkemas untuk rehat karena waktu hampir pukul 11.00 . Ada seorang ibu berusia setengah abad lebih ditemani seorang stafnya, mengeluh kepala dan dada sakit. Katanya, beliau sudah berulangkali minum obat sakit kepala tapi tak lama hilang muncul lagi bahkan muncul sakit tambahan yaitu di bagian dada. Apakah madu dan bekam serta herbal lainnya bisa jadi jalan membantu kesembuhannya?
Subhanallah, selesai kami memeriksa tekanan darah dan melihat irisan pelangi (iridologi) mata kanan dan kiri ibu. Ada hal menarik yang kami ingin mengetahui lebih jauh (gambar di atas hanya ilustrasi hasil iridologi kami).
Bagaimana ibu, kami ingin ibu terbuka akan masalah yang ibu pikirkan.
Sejenak ia terdiam dan menatap sebentar kepada stafnya. Lalu terucaplah dengan panjang lebar keluh kesahnya yang memuncak tentang permasalahan keluarga dan karyawan di perusahaannya,
Selesai kami menyimak semua yang beliau ungkapkan. Kami memohon ibu mengatur nafasnya dengan tenang dan menyebut asma Allah yang mudah dan berulang-ulang. Ingat Allah sebanyak-banyaknya ibu, Dzikran Katsiiran! Ingat saja kebaikan-kebaikan anggota keluarga ibu dan prestasi para karyawan.
Bagaimana ibu, masih sakitkah kepala dan dada ibu?
Tak ada jawaban, yang ada isak tangis dan kalimat istighfar yang berulang terucap dari dua bibir ibu.
Bagaimana ibu?
Alhamdulillah, sakit kepala dan dada saya hilang. Masihkah perlu saya diterapi madu dan bekam ?
Alhamdulillah!!!
Hari ini tidak perlu bu, karena sudah tak merasa sakit lagi (tidak terucap: ...dan memang sudah waktunya kami rehat ibu...). Madu dan bekam tetap perlu untuk perawatan kesehatan ibu di masa mendatang. Yakinlah kepada Allah yang Maha Penyembuh, ibu perlu banyak dialog kepada Allah lewat shalat, wirid yang dicontohkan oleh rasulullah dan tilawah al qur'an. Jalin silaturrahim dengan orang-orang shaleh di sekitar ibu, keluarga dan karyawan. Insyaallah mengingat terus kebaikan mereka niscaya akan melapangkan dada dan sebaliknya mengingat-ingat keburukan mereka hanya akan menyesakkan dada dan mengganggu ritme jantung kita.
Madu asli kami mengandung royal jelly dan beepolen langsung dari sarangnya, insyaallah sangat baik untuk perawatan dan pengobatan segala macam penyakit. Dan bekam kami menyesuaikan dengan kondisi psikis, permukaan kulit dan karakter darah yang akan dibekam.
Madu dan Bekam adalah ikhtiar perawatan dan pengobatan kami sesuai arahan Rasul-Nya. Dan sebaik-baik pengobat dan dokter untuk diri kita adalah Ketenangan Jiwa. Raihlah dengan Dzikrullah Dzikran Katsiran.
Wallahu'alam bishshawab.
Kami Goreskan "Kalam" ini, Selepas Ta'lim Rutin.
Kamis Malam Jum'at., 7 Rabi'ul Awwal 1432/ 10 Pebruari 2011
Salam Sehat Sejahtera
Ahmad Madu Bekam (AMB)
Pendiri MaduBekamCorps (MBCenter, MBCommunity, MBConsulting, MBCourse, MBCorner dan MBCharity)
Selasa, 01 Juni 2010
Manfaat Bekam / Tanduk / Sumbu / Cupping (Hijamah)
Dengan berbekam baik kering maupun basah (keluar darah), aliran darah yang membawa nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dapat bergerak lancar. Setiap organ tubuh secara optimal sesuai kebutuhan masing-masing akan kuat bekerja menjalankan tugas masing-masing.
Bekam kering 10 (sepuluh) kali lebih efektif dari akupunktur. Bekam dilakukan pada radius 10 cm dan kedalaman 10-12 mm. Bekam luncur (pijat) pada titik hati membantu untuk detoksifikasi tubuh dan bekam luncur di belakang dapat merevitalisasi organ, meningkatkan sirkulasi darah sepertihalnya sama hasilnya dengan berjalan 2 km. Bekam luncur juga dapat memperbaiki sistem pencernaan, merangsang bagian dalam organ, gerakan peristaltik dan sekresi cairan pencernaan; memperkuat kekuatan pencernaandan penyerapan makanan dan kekuatan sekresi;
Secara umum manfaat bekam adalah:
Merangsang dan memperkuat sistem kekebalan tubuh;
Meningkatkan sirkulasi darah;
Merangsang jaringan dan organ internal tubuh;
Meningkatkan fisik, mental dan kondisi kesehatan;
Mengurangi tegangan dan depresi dengan melepaskan bahan kimia di dalam otak;
Memungkinkan jaringan untuk melepaskan racun dengan mengeluarkan mereka melalui permukaan kulit;
Membawa darah dan kehangatan ke organ yang terganggu sehingga mempercepat penyembuhan;
Mengurangi efek samping obat yang tidak diinginkan, menghilangkan residu-ampas dari obat dan mengurangi resiko toksisitas obat;
Di terjemahkan dan dikembangkan dari sumber artikel www.healthymuslim.com
Label:
akupunktur,
Bekam,
bekam kering,
bekam luncur,
detosifikasi,
Hati,
kekebalan tubuh,
pencernaan
Senin, 17 Mei 2010
Madu dan Bekam Untuk Sakit Kepala
Dengan kandungan air yang mendominasi cairan tubuh manusia terutama darah yang sepertiga dari tubuh banyak mengalir ke kepala terutama otak maka di perlukan kestabilan cairan (tidak mengental dan tidak mengencer) maka diperlukan perlakuan berupa asupan makanan dan pengeluaran darah yang telah mengental dan mengencer akibat beberapa macam faktor eksternal.
Faktor eksternal sebagaimana dimaksudkan di atas adalah pola makan dengan kandungan gizi seimbang dan pengaruh kandungan serat, cairan, warna, kimia organik pada makanan terutama produk hewani, nabati dan buah segar. Kemudian pola hidup keseharian berkaitan dengan aktifitas kerja dan istirahat serta kondisi lingkungan tempat tinggal yang mempengaruhi kerja otot, kekentalan dan kesegaran darah serta sirkulasi darah.
Dari kebiasaan pola makan dan hidup keseharian akan mempengaruhi kesehatan tubuh bermula dari sirkulasi darah yang mengalir terganggu (instabilitas tekanan darah). Dan tanda-tanda darah tak mengalir baik adalah kepala pusing dan tekanan darah terganggu sehingga mengancam kesehatan organ tubuh serta kerusakan sel-sel otak. Dengan madu dan bekam, sirkulasi darah dapat dilancarkan dan ancaman gangguan kesehatan yang lebih parah dapat dihindarkan. Madu dan bekam yang bagaimana agar terapi kesehatan, perawatan dan pengobatan bekam dapat berjalan dengan optimal.
Madu Asli, yang belum dipanas-uapkan atau endapkan (pasteurisasi), dibersih-uraikan (klarifikasi) atau disaring, banyak mengandung vitamin dan mineral, merupakan produk alam dan berkhasiat, yang lebih unggul dibandingkan madu yang diproses di kalangan umum banyak tersedia.
Umumnya madu yang banyak dipasarkan telah diproses untuk memperpanjang umur simpan dan memperbaiki penampilan, dan meskipun penelitian telah menunjukkan bahwa madu ini tidak mengandung banyak manfaat untuk kesehatan, karena banyak "phytonutrisi" ditemukan di madu asli sebagaimana ada di dalam sarang, sebagian besar dibuang melalui proses ini.
Bekam, baik bekam kering maupun basah dapat membantu mengeluarkan angin dan darah yang sudah mengalami kejenuhan dalam tubuh-darah manusia karena tak mengalir dan keluar secara normal. Akibatnya toksid atau racun dalam darah-tubuh semakin memenuhi darah dan mengganggu sirkulasi darah dan mengganggu kesehatan manusia. Terutama terjadi ketegangan hebat dan migrain di kepala. Karena sebagaimana di ungkap di awal, sepertiga darah dari produksi tubuh kita mengalir ke kepala.
Lebih lengkap dan sebagai rujukan dapat dilihat di
http://www.healthymuslim.com/articles/iiyhu-the-superiority-of-raw-honey.cfm
http://www.healthymuslim.com/articles/iszwj-hijaamah-wet-cupping-in-the-treatment-of-tension-and-migraine-headaches.cfm
Selasa, 11 Mei 2010
Demam Berdarah, Dari Serang, Banten Hingga Banyuwangi, Jawa Timur. Adakah Obat Alaminya?
Awal Mei 2002. Faishal, anak kedua saya divonis ITP. Apa itu ITP ? ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. 'Idiopathic' berarti 'tidak diketahui penyebabnya'.'Thrombocytop enic' berarti 'darah yang tidak cukup memiliki sel darah merah (trombosit). 'Purpura' berarti seseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan). Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari 'Immune Thrombocytopenic Purpura'.
Dalam tubuh seseorang yang menderita ITP, sel-sel darahnya kecuali sel darah merah berada dalam jumlah yang normal. Sel darah merah (Platelets) adalah sel-sel sangat kecil yang menutupi area tubuh ba'da terluka atau akibat teriris atau terpotong dan kemudian membentuk bekuan darah. Seseorang dengan sel darah merah yang terlalu sedikit dalam tubuhnya akan sangat mudah mengalami luka memar dan bahkan mengalami perdarahan dalam periode cukup lama setelah mengalami trauma luka. Kadang bintik-bintik kecil merah (disebut Petechiae) muncul pula pada permukaan kulitnya. Jika jumlah sel darah merah ini sangat rendah, penderita ITP bisa juga mengalami mimisan yang sukar berhenti, atau mengalami perdarahan dalam organ ususnya.
Begitulah, seperti halnya di atas, berlaku juga dengan anak saya, Faishal, tiba-tiba bagai "Petir Di Siang Bolong" mengeluarkan darah dari hidung dan anus, wajah memerah dan bintik-bintik merah serta biru lebam di sekujur tubuhnya. Dan hasil laboratorium menyatakan Faishal (saat itu berusia 2,5 tahun) kandungan trombositnya hanya 20.000 (Normal : 150.000). Maka anak kecilku menjalani perawatan selama sembilan hari dan selama itu telah menghabiskan 8 labuh (kantong) tranfusi trombosit. Saat menyaksikan banyak pasien anak-anak dengan kondisi yang sama dan mereka sudah lebih lama (sebulan lebih) dirawat dan bahkan ada anak ITP yang tak tertolong (hampir seluruh tubuh, terutama wajah-kepala lebam merah kebiruan) akhirnya meninggal dunia.
Alhamdulillah dengan izin Allah, Faishal berangsur naik trombositnya hingga 90.000. Dokter spesialis anak rumah sakit memperbolehkan pulang dan menyarankan Faishal untuk rawat jalan dan terus menerus meminum obat (Prednisone dan Igastrum). 3-5 hari, sungguh dasyat pengaruh efek samping obat membuat anak saya gemuk seperti badut (lembek-lucu) dan sebagainya. Saya meminta obat dihentikan dan dokter spesialis anak saya mempersilakan saya mencari pengobatan alternatif.
Alhamdulillah, Program Menjana Kejayaan (PMK) I HPA pada pertengahan Mei 2002 di Bandung mempertemukan saya dengan Tuan Haji Ismail Bin Haji Ahmad (@Perubatan Jawi). Selama tiga hari dua malam, saya dibuat terkagum-kagum dengan budi pekerti serta penyampaian yang penuh makna. Sungguh, jiwa saya terbelah dua (konsentrasi) saat itu, sebelah jiwa, ingat anak di rumah yang belum sembuh betul sepulang dari rumah sakit dan sebelahnya lagi terpekur penuh syukur akan ilmu pengobatan yang berlimpah dari Tuan Haji Ismail dalam acara Pelatihan Pengobatan. Apalagi beliau menceritakan asal mula Herba Penawar Alwahida (HPA), adalah bermula Wahida, putri cantik anak sulungnya tak sembuh-sembuh penyakitnya setelah di rawat di hospital tetapi dengan izin ALLAH sembuh dengan herba dari hutan yang beliau sengaja cari untuk kesembuhan putrinya, Wahida.
Singkat kata, secara khusus setelah beliau lihat sendiri dan mencoba madu asli hutan yang saya perdagangkan (kebetulan saya niatkan sambil berjualan) dikatakannya langsung bahwa madu yang bagus (berkualiti). Dan berkenaan dengan ITP yang diderita dengan anak saya, secara khusus beliau memberikan formula khusus cara meracik dan meminum ramuan herbal plus madu hutan asli yang saya miliki.
Subhanallah Walhamdulillah Wallahu Akbar! Pagi hingga sore hari berturut-turut sebanyak tiga kali saya berikan Ramuan khusus Herbal plus Madu Hutan Asli arahan beliau. Esok paginya, lebam-lebam biru dan bintik-bintik merah di sekujur anak saya hilang. Sujud syukur hanya tuk Illahi atas kesembuhan ini.
Bagaimana dengan Demam Berdarah "DB" yang sudah mewabah meluas cepat. Dipahami bersama akan mempengaruhi kadar trombosit yang akan menurun drastis sehingga mengalami pendarahan (Blooding) yang membahayakan jiwa. Apa salahnya, bila bukan kita siapa lagi! Bila tidak sekarang kapan lagi! Untuk menyembuhkan gangguan trombosit apapun istilahnya apakah ITP atau DB yang jelas dengan gejala-gejala yang sama kecuali demam, kita gunakan formula khusus berbahan Madu Hutan Asli dan Herbal hutan pilihan yang terbukti secara empiris dengan izin Allah telah mengembalikan anak saya dan banyak orang yang lainnya hidup normal (dikhitan, terluka dan terbentur tanpa khawatir mengalami pendarahan fatal dan biru lebam dalam jangka tempo yang lama)
Bismillah! Sekali lagi dengan mengharapkan produk yang teruji dan halal lagi thayyib dengan komitmen pada Alamiah-Ilahiyah dan Ilmiah. Sikapi Demam Berdarah di Pulau Jawa dan yang lainnya dengan Formula khusus berbahan Madu Hutan Asli dan Herbal Hutan pilihan. Bila bukan kita siapa lagi! Bila tidak sekarang kapan lagi!
Salam Sehat Sejahtera
AhmadMaduBekam (Creator MBC http://www.facebook.com/gr oup.php?gid=207977429779)
Profil Info http://www.facebook.com/it snainiahmad?ref=profile#!/ itsnainiahmad?v=info&ref=p rofile
ahmadmadubekam.blogspot.co m
081394507185
Lebih lengkap tentang Gangguan Trombosit (pembekuan darah) silakan klik
http://dranak.blogspot.com /2006/10/itp-idiopathic-th rombocytopenic.html
Dalam tubuh seseorang yang menderita ITP, sel-sel darahnya kecuali sel darah merah berada dalam jumlah yang normal. Sel darah merah (Platelets) adalah sel-sel sangat kecil yang menutupi area tubuh ba'da terluka atau akibat teriris atau terpotong dan kemudian membentuk bekuan darah. Seseorang dengan sel darah merah yang terlalu sedikit dalam tubuhnya akan sangat mudah mengalami luka memar dan bahkan mengalami perdarahan dalam periode cukup lama setelah mengalami trauma luka. Kadang bintik-bintik kecil merah (disebut Petechiae) muncul pula pada permukaan kulitnya. Jika jumlah sel darah merah ini sangat rendah, penderita ITP bisa juga mengalami mimisan yang sukar berhenti, atau mengalami perdarahan dalam organ ususnya.
Begitulah, seperti halnya di atas, berlaku juga dengan anak saya, Faishal, tiba-tiba bagai "Petir Di Siang Bolong" mengeluarkan darah dari hidung dan anus, wajah memerah dan bintik-bintik merah serta biru lebam di sekujur tubuhnya. Dan hasil laboratorium menyatakan Faishal (saat itu berusia 2,5 tahun) kandungan trombositnya hanya 20.000 (Normal : 150.000). Maka anak kecilku menjalani perawatan selama sembilan hari dan selama itu telah menghabiskan 8 labuh (kantong) tranfusi trombosit. Saat menyaksikan banyak pasien anak-anak dengan kondisi yang sama dan mereka sudah lebih lama (sebulan lebih) dirawat dan bahkan ada anak ITP yang tak tertolong (hampir seluruh tubuh, terutama wajah-kepala lebam merah kebiruan) akhirnya meninggal dunia.
Alhamdulillah dengan izin Allah, Faishal berangsur naik trombositnya hingga 90.000. Dokter spesialis anak rumah sakit memperbolehkan pulang dan menyarankan Faishal untuk rawat jalan dan terus menerus meminum obat (Prednisone dan Igastrum). 3-5 hari, sungguh dasyat pengaruh efek samping obat membuat anak saya gemuk seperti badut (lembek-lucu) dan sebagainya. Saya meminta obat dihentikan dan dokter spesialis anak saya mempersilakan saya mencari pengobatan alternatif.
Alhamdulillah, Program Menjana Kejayaan (PMK) I HPA pada pertengahan Mei 2002 di Bandung mempertemukan saya dengan Tuan Haji Ismail Bin Haji Ahmad (@Perubatan Jawi). Selama tiga hari dua malam, saya dibuat terkagum-kagum dengan budi pekerti serta penyampaian yang penuh makna. Sungguh, jiwa saya terbelah dua (konsentrasi) saat itu, sebelah jiwa, ingat anak di rumah yang belum sembuh betul sepulang dari rumah sakit dan sebelahnya lagi terpekur penuh syukur akan ilmu pengobatan yang berlimpah dari Tuan Haji Ismail dalam acara Pelatihan Pengobatan. Apalagi beliau menceritakan asal mula Herba Penawar Alwahida (HPA), adalah bermula Wahida, putri cantik anak sulungnya tak sembuh-sembuh penyakitnya setelah di rawat di hospital tetapi dengan izin ALLAH sembuh dengan herba dari hutan yang beliau sengaja cari untuk kesembuhan putrinya, Wahida.
Singkat kata, secara khusus setelah beliau lihat sendiri dan mencoba madu asli hutan yang saya perdagangkan (kebetulan saya niatkan sambil berjualan) dikatakannya langsung bahwa madu yang bagus (berkualiti). Dan berkenaan dengan ITP yang diderita dengan anak saya, secara khusus beliau memberikan formula khusus cara meracik dan meminum ramuan herbal plus madu hutan asli yang saya miliki.
Subhanallah Walhamdulillah Wallahu Akbar! Pagi hingga sore hari berturut-turut sebanyak tiga kali saya berikan Ramuan khusus Herbal plus Madu Hutan Asli arahan beliau. Esok paginya, lebam-lebam biru dan bintik-bintik merah di sekujur anak saya hilang. Sujud syukur hanya tuk Illahi atas kesembuhan ini.
Bagaimana dengan Demam Berdarah "DB" yang sudah mewabah meluas cepat. Dipahami bersama akan mempengaruhi kadar trombosit yang akan menurun drastis sehingga mengalami pendarahan (Blooding) yang membahayakan jiwa. Apa salahnya, bila bukan kita siapa lagi! Bila tidak sekarang kapan lagi! Untuk menyembuhkan gangguan trombosit apapun istilahnya apakah ITP atau DB yang jelas dengan gejala-gejala yang sama kecuali demam, kita gunakan formula khusus berbahan Madu Hutan Asli dan Herbal hutan pilihan yang terbukti secara empiris dengan izin Allah telah mengembalikan anak saya dan banyak orang yang lainnya hidup normal (dikhitan, terluka dan terbentur tanpa khawatir mengalami pendarahan fatal dan biru lebam dalam jangka tempo yang lama)
Bismillah! Sekali lagi dengan mengharapkan produk yang teruji dan halal lagi thayyib dengan komitmen pada Alamiah-Ilahiyah dan Ilmiah. Sikapi Demam Berdarah di Pulau Jawa dan yang lainnya dengan Formula khusus berbahan Madu Hutan Asli dan Herbal Hutan pilihan. Bila bukan kita siapa lagi! Bila tidak sekarang kapan lagi!
Salam Sehat Sejahtera
AhmadMaduBekam (Creator MBC http://www.facebook.com/gr
Profil Info http://www.facebook.com/it
ahmadmadubekam.blogspot.co
081394507185
Lebih lengkap tentang Gangguan Trombosit (pembekuan darah) silakan klik
http://dranak.blogspot.com
Label:
Banten,
Banyuwangi,
Demam Berdarah,
Jawa Timur,
Madu Hutan Asli,
Obat Alami,
Serang
Senin, 10 Mei 2010
Lain Jantung dan Bukan Pula Hati
Ikhtiar perawatan dan pengobatan kita kali ini adalah menyikapi keluhan seorang bapak usia 48 tahun. Bapak yang rutin mendonorkan darahnya rutin secara berkala hingga ke seratus sekian kalinya ini baru saja pulang dari rumah sakit setelah dirawat beberapa hari karena mengalami droping tekanan darah (pingsan).
Bermula dari rutinitas berkala, sang bapak akan mendonorkan darahnya, setelah menjalani prosedur pemeriksaan darah, diputuskan ditolak donor darah bapak karena diindikasikan ada "virus" . Seketika bapak tersebut panik dan tak mampu mengendalikan emosi kejiwaannya, hilang seketika keceriaannya dan pulang ke rumah tak mampu berkata-kata. Esok harinya, istri dan anaknya membawanya ke rumah sakit terdekat setelah menyaksikan suami-ayah mereka lemas dan tak sadarkan diri. Pihak rumah sakit mengabarkan ada kelainan Jantung pada diri bapak. Keluarga dan tetangga bilang, bapak telah sakit Hati akibat ucapan dan perbuatan orang lain pada beberapa hari sebelumnya.
Bermula dari rutinitas berkala, sang bapak akan mendonorkan darahnya, setelah menjalani prosedur pemeriksaan darah, diputuskan ditolak donor darah bapak karena diindikasikan ada "virus" . Seketika bapak tersebut panik dan tak mampu mengendalikan emosi kejiwaannya, hilang seketika keceriaannya dan pulang ke rumah tak mampu berkata-kata. Esok harinya, istri dan anaknya membawanya ke rumah sakit terdekat setelah menyaksikan suami-ayah mereka lemas dan tak sadarkan diri. Pihak rumah sakit mengabarkan ada kelainan Jantung pada diri bapak. Keluarga dan tetangga bilang, bapak telah sakit Hati akibat ucapan dan perbuatan orang lain pada beberapa hari sebelumnya.
Setelah prosedur mendeteksi penyakit melalui mata, telapak-jari tangan dan tensi darah serta rekam medis kita (AMB) jalankan. Alhamdulillah, dengan sedikit hujjah ayat-ayat ALLAH dan sunnah RasulNYA, kita meminta bapak dan keluarganya bersama menyaksikan proses pembekaman dan minum madu. Kita perlihatkan Kekentalan-Warna-Tekanan darah bapak sebelum dan sesudah minum madu dan berbekam. Sungguh berbeda! Innallaha ala kulli syai'in qaadir.
Organ Jantung dan Hati bapak tersebut kita katakan sehat, tetapi Qalbu (software) bapak terganggu sehingga mempengaruhi kerja organ jantung dan hati dengan indikasi tekanan darah tidak stabil, susah tidur, malas, banyak melamun dan emosi yang tidak terkendali. Dzikrullah- Sebut Asma Allah sebanyak-banyaknya, minum Madu dan Bekam, Alhamdulillah Ruhiyah Kuat-Jiwa Tenang dan Badan Sehat.
Wallahu'alam bishawwab.
Minggu, 04 April 2010
Keseharian Sang Elite Negeri Yang Tidak (Perlu) Dipublikasikan Media
Lantunan dzikir mutlak yang mengalir penuh terucap dalam setiap tarikan nafas berulangkali mereka lakukan pada pagi-petang dalam wirid kubronya. Kehidupan dunia yang penuh fitnah dan melenakan menjadikan dirinya berusaha tak lepas dalam gerakan mendekat kepada Allah minimal tak lepas dari garis orbit sunnatullah. Bergerak dan terus bergerak dalam arahan dan berusaha mengikuti kehendak ALLAH, membina dan terbina dalam setiap kesempatan yang terjadwal walau kesibukan dalam amanah jabatan publik semakin menjerat dirinya.
Simak saja obrolan lepas sang ajudan dengan pejabat RI sekian ini (semasa menjabat ketua lembaga tinggi negara) dalam perjalanan dari rumah pribadi di pinggiran Timur Jakarta dengan menggunakan mobil pribadi Toyota Kapsul tahun 2005 akhir, menuju rumah dinas di komplek Widya Candra.
"...Bagaimana akhi (saudaraku) liburan akhir pekan kemaren...?" Sang Pejabat membuka obrolan.
"euu...Alhamdulillah pak, kemaren seharian dengan keluarga silaturrahim ke Tangerang" Sang ajudan sempat terkejut karena tiba-tiba orang yang dikawalnya menepuk pundak dan menyapa dirinya padahal tadi saat ia beberapa mencuri pandang terlihat sang pejabat selalu sedang khusyu tilawah qur'an.
"...Ooo! ke rumah orang tua antumkah...?
"Betul tadz...eh pak! Maaf pak...!" Ia merasa bersalah telah memanggil ustadz kepada pejabat yang merupakan doktor (S3) lulusan Madinah University ini.
"Ngga apa...! Bahagianya keluarga antum dan anak-anak ketemu neneknya. Mudah-mudahan saya dan keluarga bisa segera menengok neneknya anak-anak di Klaten!"
"Amin...! Eu...Maaf pak bila berkenan boleh saya bertanya...?" Dari dulu ia ingin mencari jawaban kepenasarannya dan sekarang ada keberanian dirinya untuk bertanya langsung.
"Silakan...Tafadhal ya akhi...!"
"Maaf pak, setiap ada kesempatan saya memperhatikan bapak membaca Al Qur'an sampai berjuz-juz dan bila perlu sebetulnya bapak tidak perlu memegang kitab karena bapak sudah hafal qur'an... sekali lagi maafkan saya pak!"
"Akhi! Amanah jabatan sekecil-setinggi apapun harus kita sikapi dengan terus mendekat kepada-NYA. Dan semakin tinggi jabatan semakin besar fitnah-ujiannya! Karena itu kita ikhtiarkan bersama semakin banyak dan sesering mungkin kita khatam qur'an sesuai kemampuan-kesempatan yang ada. Walau hafal qur'an tak salah toh kita membaca dari kitab sucinya langsung, banyak ulama salaf mengatakan itu lebih utama !!!"
"Subhanallah...!!!" Hanya anggukan halus berulang yang bisa dilakukan sang ajudan ketika terlihat di muka gerbang penjaga Komplek Widya Candra menghormat kepada mereka.
Kisah lainnya adalah kebiasaan seorang pejabat nomor satu di provinsi sebelah Barat Jawa (bukan paling barat, semoga saja nanti menyusul). Seperti biasa sebagaimana pejabat sebelumnya sebagai komisaris perusahaan milik daerah propinsi, tapi tak biasa bahkan luar biasa awalnya bagi para pejabat perusahaan itu ketika sang gubernur pertamakali mengunjungi kantor pusat perusahaan tersebut. Selesai beraudiensi dengan para direksi, bersalaman dan menyapa beberapa karyawan, sang gubernur mohon pamit tetapi dengan hormat di tahan sebentar dan dimohon menandatangani sesuatu serta bersedia menerima amplop berisi uang.
Masya Allah! Jumlahnya lumayan besar untuk sekali berkunjung. Dalam benak sang gubernur, inikah yang membuat para elite politik atau tokoh masyarakat bila tak pandai-istiqamah meluruskan niat dan tujuan, mereka berebut menjadi gubernur provinsi? Bagaimana dengan bupati dan walikota yang memegang penuh wilayahnya di era otonomi daerah sekarang ini? Ada yang sudah dua periode menjabat tapi tak mampu mengurus daerah aliran sungai (DAS), mengelola potensi daerah sehingga mampu mensubsidi rakyat miskin dan terkena bencana berulang kali bahkan terlihat benar mempolitisasi birokrat sampai ke pedesaan-kelurahan dan bila perlu melanjutkan estafet "kegagalannya" dengan mengusung anak-menantunya untuk... Melanjutkan!!!
"Apa ini...maaf ini untuk siapa?" Sang gubernur bertanya pada direksi.
"Sudah biasa Pak Gubernur seperti pejabat sebelumnya , sebagai komasaris bapak berhak atas uang ini!"
Dengan sedikit gemetar mengawali pengalaman ini, sejenak sang gubernur berpikir bijak-cermat.
"Baik! Saya terima pemberian ini dan simpan oleh direksi untuk disumbangkan nanti bagi yang memerlukan!"
Setelah sekian lama menjabat dan semakin memahami bagaimana perilaku dan kebiasaan administratif yang berlaku dengan berlindung kepada Yang Maha Kuasa, ia akan memprogramkan terjun langsung ke wilayah selatan propinsinya yang jauh tertinggal dengan wilayah utara dengan bekal "amplop-amplop" sekaligus yang memegang dan membawanya nanti adalah para pejabat langsung masing-masing perusahaan daerah tersebut.
"Assalamu'alaikum...!" Sapa seseorang berikut rombongannya kepada seorang bapak berusia setengah umur yang sedang sibuk membersihkan pelataran masjid.
"Kumaha bapak damang...janten pengurus didieu pak?"
"Smuhun, betul pak...saya satu-satunya pengurus masjid ini, dari mana mau ke mana bapak dan rombongan?"
"Kami sedang jalan-jalan menyusuri jalan raya pesisir selatan ini pak, bolehkah saya beserta rombongan sejenak shalat dan beristirahat di masjid ini pak?"
Setelah shalat dan memperhatikan kondisi masjid yang banyak mengalami kerusakan di sana-sini, sang gubernur kembali mengajak berbicara bapak tersebut dan memanggil salah satu pejabat perusahaan daerah terbesar dalam perolehan laba.
"Bapak Pulan tolong dicek masih ada beberapa "amplop" lagi yang bisa kita berikan untuk membantu renovasi masjid dan kesejahteraan hidup bapak ini ?"
"Maaf bapak ini siapa...Menak dari mana?" Sang pengurus masjid merasa ada hal istimewa dengan beberapa mobil yang berbaris di sisi jalan dan rombongan yang tak biasa ia lihat.
"Bapak ini bantuan dari gubernur untuk bapak dan renovasi masjid, mohon bapak menerima uluran tangan beliau dan masyarakat-jamaah masjid ikut menyaksikan...!" penjelasan dari seorang protokoler.
"Alhamdulillah, nembe ayeuna...seumur-umur ada menak yang mau mengunjungi daerah dan membantu bapak dan masjid ini...Haturnuhun pisan..Bapak Gubernur...Semoga Gusti ALLAH memberkahi dan merahmati bapak dan keluarga..." Dengan haru terisak disaksikan banyak orang dan wartawan yang meliput dalam rombongan gubernur.
Banyak kisah yang semestinya tak tertuliskan untuk menjaga keikhlasan mereka menjalankan amanah publik yang sebetulnya tak mereka inginkan tetapi begitu banyak opini yang melulu jabatan itu hanya kepentingan elite partai dan golongan tertentu. Dan seterusnya opini berkembang bahwa "politik kotor" itu dilakukan juga oleh para pejabat bersih hati ini. Simak saja bagaimana opini bahkan kata-kata menghujat menimpa para bupati dan walikota yang sepaham pola pikir, niat dan tujuan seperti gubernur dan pejabat yang sudah diceritakan di atas. Mereka sungguh-sungguh dalam mengemban amanah semata untuk "Memperbaiki dan Merubah" tatanan hidup bernegara dan pemerintahan . Semata melayani dan mengurus negeri dengan pijakan rahmatan lil'alamin karena amanah rakyat dan tentunya yang tertinggi amanah Rabbnya.
Semoga di era otonomi daerah ada pengembangan "Belimbing" unggulan di daerah lain seperti yang sudah dilakukan di Depok oleh DR.H.Nur Mahmudi Ismail, perimbangan kesejahteraan dan infrastruktur daerah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi oleh H.Sukmawijaya dan putera asli daerah yang membenahi dan menata wilayah Kabupaten Bekasi oleh Bang Haji Saadudin.
Indahnya bila negeri ini dikelola oleh pemimpin berkarakter, paham sebagai hamba Allah (abid), khalifah fil ardhi rahmatan lil 'alamin dan melayani rakyat dengan sungguh-sungguh tanpa membedakan suku, golongan dan hatta yang telah menghujat serta "ogah" memilihnya!
Simak saja obrolan lepas sang ajudan dengan pejabat RI sekian ini (semasa menjabat ketua lembaga tinggi negara) dalam perjalanan dari rumah pribadi di pinggiran Timur Jakarta dengan menggunakan mobil pribadi Toyota Kapsul tahun 2005 akhir, menuju rumah dinas di komplek Widya Candra.
"...Bagaimana akhi (saudaraku) liburan akhir pekan kemaren...?" Sang Pejabat membuka obrolan.
"euu...Alhamdulillah pak, kemaren seharian dengan keluarga silaturrahim ke Tangerang" Sang ajudan sempat terkejut karena tiba-tiba orang yang dikawalnya menepuk pundak dan menyapa dirinya padahal tadi saat ia beberapa mencuri pandang terlihat sang pejabat selalu sedang khusyu tilawah qur'an.
"...Ooo! ke rumah orang tua antumkah...?
"Betul tadz...eh pak! Maaf pak...!" Ia merasa bersalah telah memanggil ustadz kepada pejabat yang merupakan doktor (S3) lulusan Madinah University ini.
"Ngga apa...! Bahagianya keluarga antum dan anak-anak ketemu neneknya. Mudah-mudahan saya dan keluarga bisa segera menengok neneknya anak-anak di Klaten!"
"Amin...! Eu...Maaf pak bila berkenan boleh saya bertanya...?" Dari dulu ia ingin mencari jawaban kepenasarannya dan sekarang ada keberanian dirinya untuk bertanya langsung.
"Silakan...Tafadhal ya akhi...!"
"Maaf pak, setiap ada kesempatan saya memperhatikan bapak membaca Al Qur'an sampai berjuz-juz dan bila perlu sebetulnya bapak tidak perlu memegang kitab karena bapak sudah hafal qur'an... sekali lagi maafkan saya pak!"
"Akhi! Amanah jabatan sekecil-setinggi apapun harus kita sikapi dengan terus mendekat kepada-NYA. Dan semakin tinggi jabatan semakin besar fitnah-ujiannya! Karena itu kita ikhtiarkan bersama semakin banyak dan sesering mungkin kita khatam qur'an sesuai kemampuan-kesempatan yang ada. Walau hafal qur'an tak salah toh kita membaca dari kitab sucinya langsung, banyak ulama salaf mengatakan itu lebih utama !!!"
"Subhanallah...!!!" Hanya anggukan halus berulang yang bisa dilakukan sang ajudan ketika terlihat di muka gerbang penjaga Komplek Widya Candra menghormat kepada mereka.
Kisah lainnya adalah kebiasaan seorang pejabat nomor satu di provinsi sebelah Barat Jawa (bukan paling barat, semoga saja nanti menyusul). Seperti biasa sebagaimana pejabat sebelumnya sebagai komisaris perusahaan milik daerah propinsi, tapi tak biasa bahkan luar biasa awalnya bagi para pejabat perusahaan itu ketika sang gubernur pertamakali mengunjungi kantor pusat perusahaan tersebut. Selesai beraudiensi dengan para direksi, bersalaman dan menyapa beberapa karyawan, sang gubernur mohon pamit tetapi dengan hormat di tahan sebentar dan dimohon menandatangani sesuatu serta bersedia menerima amplop berisi uang.
Masya Allah! Jumlahnya lumayan besar untuk sekali berkunjung. Dalam benak sang gubernur, inikah yang membuat para elite politik atau tokoh masyarakat bila tak pandai-istiqamah meluruskan niat dan tujuan, mereka berebut menjadi gubernur provinsi? Bagaimana dengan bupati dan walikota yang memegang penuh wilayahnya di era otonomi daerah sekarang ini? Ada yang sudah dua periode menjabat tapi tak mampu mengurus daerah aliran sungai (DAS), mengelola potensi daerah sehingga mampu mensubsidi rakyat miskin dan terkena bencana berulang kali bahkan terlihat benar mempolitisasi birokrat sampai ke pedesaan-kelurahan dan bila perlu melanjutkan estafet "kegagalannya" dengan mengusung anak-menantunya untuk... Melanjutkan!!!
"Apa ini...maaf ini untuk siapa?" Sang gubernur bertanya pada direksi.
"Sudah biasa Pak Gubernur seperti pejabat sebelumnya , sebagai komasaris bapak berhak atas uang ini!"
Dengan sedikit gemetar mengawali pengalaman ini, sejenak sang gubernur berpikir bijak-cermat.
"Baik! Saya terima pemberian ini dan simpan oleh direksi untuk disumbangkan nanti bagi yang memerlukan!"
Setelah sekian lama menjabat dan semakin memahami bagaimana perilaku dan kebiasaan administratif yang berlaku dengan berlindung kepada Yang Maha Kuasa, ia akan memprogramkan terjun langsung ke wilayah selatan propinsinya yang jauh tertinggal dengan wilayah utara dengan bekal "amplop-amplop" sekaligus yang memegang dan membawanya nanti adalah para pejabat langsung masing-masing perusahaan daerah tersebut.
"Assalamu'alaikum...!" Sapa seseorang berikut rombongannya kepada seorang bapak berusia setengah umur yang sedang sibuk membersihkan pelataran masjid.
"Kumaha bapak damang...janten pengurus didieu pak?"
"Smuhun, betul pak...saya satu-satunya pengurus masjid ini, dari mana mau ke mana bapak dan rombongan?"
"Kami sedang jalan-jalan menyusuri jalan raya pesisir selatan ini pak, bolehkah saya beserta rombongan sejenak shalat dan beristirahat di masjid ini pak?"
Setelah shalat dan memperhatikan kondisi masjid yang banyak mengalami kerusakan di sana-sini, sang gubernur kembali mengajak berbicara bapak tersebut dan memanggil salah satu pejabat perusahaan daerah terbesar dalam perolehan laba.
"Bapak Pulan tolong dicek masih ada beberapa "amplop" lagi yang bisa kita berikan untuk membantu renovasi masjid dan kesejahteraan hidup bapak ini ?"
"Maaf bapak ini siapa...Menak dari mana?" Sang pengurus masjid merasa ada hal istimewa dengan beberapa mobil yang berbaris di sisi jalan dan rombongan yang tak biasa ia lihat.
"Bapak ini bantuan dari gubernur untuk bapak dan renovasi masjid, mohon bapak menerima uluran tangan beliau dan masyarakat-jamaah masjid ikut menyaksikan...!" penjelasan dari seorang protokoler.
"Alhamdulillah, nembe ayeuna...seumur-umur ada menak yang mau mengunjungi daerah dan membantu bapak dan masjid ini...Haturnuhun pisan..Bapak Gubernur...Semoga Gusti ALLAH memberkahi dan merahmati bapak dan keluarga..." Dengan haru terisak disaksikan banyak orang dan wartawan yang meliput dalam rombongan gubernur.
Banyak kisah yang semestinya tak tertuliskan untuk menjaga keikhlasan mereka menjalankan amanah publik yang sebetulnya tak mereka inginkan tetapi begitu banyak opini yang melulu jabatan itu hanya kepentingan elite partai dan golongan tertentu. Dan seterusnya opini berkembang bahwa "politik kotor" itu dilakukan juga oleh para pejabat bersih hati ini. Simak saja bagaimana opini bahkan kata-kata menghujat menimpa para bupati dan walikota yang sepaham pola pikir, niat dan tujuan seperti gubernur dan pejabat yang sudah diceritakan di atas. Mereka sungguh-sungguh dalam mengemban amanah semata untuk "Memperbaiki dan Merubah" tatanan hidup bernegara dan pemerintahan . Semata melayani dan mengurus negeri dengan pijakan rahmatan lil'alamin karena amanah rakyat dan tentunya yang tertinggi amanah Rabbnya.
Semoga di era otonomi daerah ada pengembangan "Belimbing" unggulan di daerah lain seperti yang sudah dilakukan di Depok oleh DR.H.Nur Mahmudi Ismail, perimbangan kesejahteraan dan infrastruktur daerah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi oleh H.Sukmawijaya dan putera asli daerah yang membenahi dan menata wilayah Kabupaten Bekasi oleh Bang Haji Saadudin.
Indahnya bila negeri ini dikelola oleh pemimpin berkarakter, paham sebagai hamba Allah (abid), khalifah fil ardhi rahmatan lil 'alamin dan melayani rakyat dengan sungguh-sungguh tanpa membedakan suku, golongan dan hatta yang telah menghujat serta "ogah" memilihnya!
Rabu, 31 Maret 2010
Dasyat dan Menakjubkan Terapi Keimanan Untuk Kesehatan
Berturut-turut banyak hal yang membuat diri meyakini pentingnya menjaga kedekatan dan memahami kehendak ALLAH dalam keseharian hidup kita. Dengan kondisi penyakit dan sakit yang berbeda-beda mereka datang menemui saya dan dengan sabar menanti kedatangan saya untuk berdiskusi dan mendiagnosa diri mereka sehingga menambah keyakinan mereka kepada amalan sehari-hari (yaumiyan) karena Allah (lillahi ta'ala). Berikut beberapa Testimoni mereka :
Testimoni Pertama.
Pukul sebelas siang, sepasang suami-istri datang ke AMB Centre. Awalnya sang istri yang mengalami gangguan kesehatan tidak ikut menemui (bertahan di kendaraannya). Setelah berdiskusi beberapa saat saya menekankan sangat perlu bila sang istri terlibat pula dalam diskusi ini. Alhamdulillah, sang istri dengan terbuka menyampaikan kondisi sakitnya dan memohon pengobatan ilahiyah, alami dan ilmiah seperti apa yang dapat memulihkan kesehatannya.Selama mendengarkan penjelasan silih berganti suami-istri tersebut saya menyelami dasyatnya pengaruh kebiasaan tilawah qur'an setiap hari atau sekali sepekan minimal dalam pengajian rutin mereka di mana ada tausiyah yang membangun jiwa sebagaimana penjelasan mereka.
Sungguh dasyat! Menakjubkan, sepanjang pengetahuan dan pengalaman yang menimpa anak balita saya yang mengalami kelainan trombosit (gangguan pembekuan darah)pada 2002 lampau. Sang istri ini dari hasil laboratorium, trombositnya hanya tiga ribu jauh sekali dari standar di atas seratus ribuan yang dianggap normal untuk rata-rata kesehatan manusia umumnya. Dan hasil penelitian DR.Masaru Emoto, tentang keajaiban air "The True Power of Water"nya melengkapi Maha Dasyatnya Rahman RahiimNYA (ALLAH SWT) dalam tilawah, tausiyah dan dzikir rutin yang mempengaruhi sel-sel yang ada dalam tubuh kita. Cukup kiranya sebagaimana rutin kami ikhtiarkan kepada anak kami dari dulu hingga sekarang memberikan Teh Herba Antanan dan Madu maka kami sarankan berikhtiar pula sang ibu pulanah tersebut untuk mengkonsumsi Rebusan Antanan Plus Madu dengan cara tepat (mencampur, mengaduk dan meminumnya). Bismillah, Allahu Akbar !!!
Testimoni Kedua
Selepas Ashar saya tiba disebuah rumah di komplek perumahan sebelah Barat Kota Bandung, sebelumnya sang istri menelepon dan memohon kepada saya untuk meluangkan waktu ke rumahnya, ia ingin saya mendiagnosa suaminya yang ia khawatirkan terserang kanker usus melihat gejala dan sakit pada bagian organ tubuh suaminya. Sang suami yang berusia 43 tahun dengan merasa sehat mengutarakan bagaimana terkadang rasa sakit-kembung di perut, pembuangan air besar yang berujung pada kesaksian adanya sedikit bercakan darah. Dengan iridologi (diagnosa sakit-penyakit melalui iris mata)sang istri di belakang saya menyaksikan bagaimana kondisi usus suaminya yang "rusak". Terungkap informasi tambahan dari pasangan itu yang membuat saya terpana, bahwa dokter yang mengoperasi sang suami (beberapa tahun lalu) mengatakan bahwa usus buntunya sudah hancur dan dokter menyatakan keheranannya akan kekuatan sang suami yang tidak memiliki usus buntu yang normal. Sekali lagi, kondisi keharmonian keluarga, pasangan hidup yang selalu berpikir positif dan membangun jiwa untuk selalu ingat kepada ALLAH Subhahu Wata'ala membantu kekuatan phisik anggota keluarga yang sakit. Sel radikal bebas pemicu kanker bisa jadi kembali melemah dan bahkan menjadi normal dan membangun kembali pertumbuhan sel yang baik karena ianya (sel) juga bertasbih kepadaNYA. Selanjutnya bagaimana ikhtiar kita
Testimoni Ketiga
Selepas menjenguk dan memeriksa tensi dan kondisi terakhir rekan seusia yang sakit gejala stroke ringan, kami (bersama teman-teman)berdiskusi tentang pemahaman dan pengalaman kami yang menyaksikan kondisi orang tua, rekan dan orang lain yang menderita dan sangat menderita ketika tensi darah menunjukkan di atas 200 (sistolik) kebanyakan mengalami stroke yang parah. Berbeda halnya dengan rekan kami tadi, tensi yang tinggi di usianya yang belum masuk 40 tahun tidak membuat dirinya terkena stroke (Na'udzubillah min dzalik!!!). Sepakat kami meyakini seringnya (mudah-mudahan istiqomah menjadi rutinitas keseharian) rekan kami tilawah qur'an minimal satu juz sehari, shaum sunnah minimal tiga hari sebulan, menjaga amalan wajib dengan kualiti maksimal dan berusaha mengajak perbaikan dan perubahan kepada umat minimal saudara-keluarga terdekat.
Sungguh dasyat menakjubkan kedekatan kita kepada ALLAH sudah menjadi unsur kesembuhan yang paling penting, bagaimanapun sakit yang kita derita. Yakin kepada Allah Yang Maha Penyembuh, Konsumsi makanan-obat halal dan thayyib sesuai kadar (dosis) yang dibutuhkan, terus berkelanjutan-istimror dan dengan segala ikhtiar yang telah kita lakukan segala sesuatunya kita kembalikan kepada ALLAH-Tawakaltu alallah. Insyaallah !!!
Testimoni Pertama.
Pukul sebelas siang, sepasang suami-istri datang ke AMB Centre. Awalnya sang istri yang mengalami gangguan kesehatan tidak ikut menemui (bertahan di kendaraannya). Setelah berdiskusi beberapa saat saya menekankan sangat perlu bila sang istri terlibat pula dalam diskusi ini. Alhamdulillah, sang istri dengan terbuka menyampaikan kondisi sakitnya dan memohon pengobatan ilahiyah, alami dan ilmiah seperti apa yang dapat memulihkan kesehatannya.Selama mendengarkan penjelasan silih berganti suami-istri tersebut saya menyelami dasyatnya pengaruh kebiasaan tilawah qur'an setiap hari atau sekali sepekan minimal dalam pengajian rutin mereka di mana ada tausiyah yang membangun jiwa sebagaimana penjelasan mereka.
Sungguh dasyat! Menakjubkan, sepanjang pengetahuan dan pengalaman yang menimpa anak balita saya yang mengalami kelainan trombosit (gangguan pembekuan darah)pada 2002 lampau. Sang istri ini dari hasil laboratorium, trombositnya hanya tiga ribu jauh sekali dari standar di atas seratus ribuan yang dianggap normal untuk rata-rata kesehatan manusia umumnya. Dan hasil penelitian DR.Masaru Emoto, tentang keajaiban air "The True Power of Water"nya melengkapi Maha Dasyatnya Rahman RahiimNYA (ALLAH SWT) dalam tilawah, tausiyah dan dzikir rutin yang mempengaruhi sel-sel yang ada dalam tubuh kita. Cukup kiranya sebagaimana rutin kami ikhtiarkan kepada anak kami dari dulu hingga sekarang memberikan Teh Herba Antanan dan Madu maka kami sarankan berikhtiar pula sang ibu pulanah tersebut untuk mengkonsumsi Rebusan Antanan Plus Madu dengan cara tepat (mencampur, mengaduk dan meminumnya). Bismillah, Allahu Akbar !!!
Testimoni Kedua
Selepas Ashar saya tiba disebuah rumah di komplek perumahan sebelah Barat Kota Bandung, sebelumnya sang istri menelepon dan memohon kepada saya untuk meluangkan waktu ke rumahnya, ia ingin saya mendiagnosa suaminya yang ia khawatirkan terserang kanker usus melihat gejala dan sakit pada bagian organ tubuh suaminya. Sang suami yang berusia 43 tahun dengan merasa sehat mengutarakan bagaimana terkadang rasa sakit-kembung di perut, pembuangan air besar yang berujung pada kesaksian adanya sedikit bercakan darah. Dengan iridologi (diagnosa sakit-penyakit melalui iris mata)sang istri di belakang saya menyaksikan bagaimana kondisi usus suaminya yang "rusak". Terungkap informasi tambahan dari pasangan itu yang membuat saya terpana, bahwa dokter yang mengoperasi sang suami (beberapa tahun lalu) mengatakan bahwa usus buntunya sudah hancur dan dokter menyatakan keheranannya akan kekuatan sang suami yang tidak memiliki usus buntu yang normal. Sekali lagi, kondisi keharmonian keluarga, pasangan hidup yang selalu berpikir positif dan membangun jiwa untuk selalu ingat kepada ALLAH Subhahu Wata'ala membantu kekuatan phisik anggota keluarga yang sakit. Sel radikal bebas pemicu kanker bisa jadi kembali melemah dan bahkan menjadi normal dan membangun kembali pertumbuhan sel yang baik karena ianya (sel) juga bertasbih kepadaNYA. Selanjutnya bagaimana ikhtiar kita
Testimoni Ketiga
Selepas menjenguk dan memeriksa tensi dan kondisi terakhir rekan seusia yang sakit gejala stroke ringan, kami (bersama teman-teman)berdiskusi tentang pemahaman dan pengalaman kami yang menyaksikan kondisi orang tua, rekan dan orang lain yang menderita dan sangat menderita ketika tensi darah menunjukkan di atas 200 (sistolik) kebanyakan mengalami stroke yang parah. Berbeda halnya dengan rekan kami tadi, tensi yang tinggi di usianya yang belum masuk 40 tahun tidak membuat dirinya terkena stroke (Na'udzubillah min dzalik!!!). Sepakat kami meyakini seringnya (mudah-mudahan istiqomah menjadi rutinitas keseharian) rekan kami tilawah qur'an minimal satu juz sehari, shaum sunnah minimal tiga hari sebulan, menjaga amalan wajib dengan kualiti maksimal dan berusaha mengajak perbaikan dan perubahan kepada umat minimal saudara-keluarga terdekat.
Sungguh dasyat menakjubkan kedekatan kita kepada ALLAH sudah menjadi unsur kesembuhan yang paling penting, bagaimanapun sakit yang kita derita. Yakin kepada Allah Yang Maha Penyembuh, Konsumsi makanan-obat halal dan thayyib sesuai kadar (dosis) yang dibutuhkan, terus berkelanjutan-istimror dan dengan segala ikhtiar yang telah kita lakukan segala sesuatunya kita kembalikan kepada ALLAH-Tawakaltu alallah. Insyaallah !!!
Sabtu, 13 Maret 2010
Membangun Negeri Bermula dari Lingkungan Sendiri
Percepatan pembangunan terutama jalan dan fasilitas publik di suatu daerah akan meningkatkan mobilisasi urban dan permasalahan lain yang mengikutinya. Cimenyan yang berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) adalah salah satu gambaran realistis di depan mata penulis yang tinggal menetap sejak enam tahun yang lalu. Penataan tata ruang dan penegakan peraturan daerah serta kesungguhan pemimpin daerah lokal menjadi sorotan penulis saat ini. Bila terus dibiarkan dan dibiarkan, tinggal menunggu "ledakan" masalah ekonomi-sosial-lingkungan masyarakat yang berada di ketinggian perbukitan yang sebagian besar petani marginal yang tergantung dengan curahan hujan.
Ironi, dengan jarak dari pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat hanya 5 km dan 30 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung di Soreang. Perda Provinsi Jabar seperti tak punya gigi, karena kondisi kas desa yang masih lebih besar tergantung dengan pendapatan tak tetap atau bantuan pemerintah yang belum menjamin kesejateraan aparatur desa. Sehingga peraturan tinggal peraturan, pembangunan perumahan seperti bergerilya bahkan dengan memakirkan beberapa mobil dinas kemiliteran di rumah dan depan kantor desa, masalah pembangunan rumah mewah yang sudah ditentang oleh warga karena mengganggu sumber dan resapan air tetap berjalan. Jadinya,dari beberapa ratus meter setelah masuk Jalan Padasuka menuju ke Cimenyan, bila di petang hari, sudah berkilauan lampu penerang di setiap sudut halaman sehingga dari jauh "kaciri" ada rumah meeewah! Bagaimana dengan pemerintah kabupaten, "tebiiih teuing euy" jadi susah ngontrolnya, jawaban klise.
Penataan tempat wisata Caringin Tilu pun tak terarah dengan kebijakan formal. Hukum rimba berlaku, siapa yang kuat di di wilayah itu, ianya dapat mengatur pembangunan saung-saung dan mengumpulkan pundi-pundi pendapatan tanpa adanya transparansi. Wisata Caringin Tilu dengan View City Of Bandung banyak mengundang decak kagum pengunjung, dan seharusnya menjadi jalan penapakan ruhiyah dengan tafakur memuji ciptaan-Nya yang indah. Tapi pengalaman membuktikan tempat itu dijadikan ajang maksiat terutama di malam hari, tak kenal hari...karena setiap hari ditemui dengan mudah belasan pasangan sedang terlena dan melenakan diri.
Pemahaman dari pijakan pendidikan yang rata-rata rendah, kehidupan dan cara ikhtiar berekonomi yang pragmatis dan budaya kehidupan yang masih jauh dari nilai-nilai Islam. Menjadi akar pemasalahan dan mengundang amal nyata kami untuk menata lingkungan Cimenyan. Siapa lagi bila bukan kami yang sedikit banyak sudah mengenal karakter penduduk dan para tokoh masyarakatnya. Kondisi real tofografisnya yang bukit dan lembah sudah kami jelajahi dan dipetakan. Maka terjawab beberapa masalah untuk dicarikan solusinya yaitu:
1. Jarak rumah dan fasilitas pendidikan formal yang harus melewati jalan becek bila hujan dan berdebu bila kemarau dengan satu, dua dan seterus berupa bukit dan lembah mesti dilewati untuk menuju ke SD , apalagi SMP dan bahkan Sekolah Lanjutan Atas harus naik ojek pulang pergi (PP) antara 10 ribu sampai dengan 20 ribu. Sehingga paling banyak penduduk berpendidikan sampai SD itupun tak tamat, kemudian sedikit SMP dan lebih sedikit SMA serta sangat sedikit bergelar sarjana.
Maka Solusinya, kami mengusahakan santunan biaya transportasi dari 50 ribu sampai 100 ribu, ada yang rutin karena ada donatur tetapnya (4 orang anak) dan insidentil yang tak terduga waktu dan besarnya. Delapan anak dari Rumah Amal Salman akan berhenti sampai bulan Juni sesuai rencana program.
2. Pengamalan Nilai-Nilai Islam yang masih didominasi ajaran kepercayaan, mengkultuskan tokoh panutan dan sebagainya.
Maka kami, memprogramkan pengajian pekanan para tokoh dan para pelajar, ta'lim rutin setiap Ahad pagi dan siang dengan masjid dan tempat lain yang berbeda dan Kamis Malam di masjid dekat rumah penulis.
3. Puskemas yang berada di pusat kecamatan agak sulit dijangkau dengan kondisi daerah berbukit dan lembah sehingga disiasati oleh sebuah lembaga misionaris dengan membuat Balai Pengobatan Murah.
Maka kami secara berkala dengan teman-teman praktisi kesehatan mengadakan bakti sosial (baksos).
Penulis berharap ada uluran tangan untuk membenahi lingkungan terdekat dan bertahap meluas sampai ke seantero negeri. Lingkungan terdekat dibenahi menjadi jalan kemudahan membangun negeri.
Kami sediakan rekening infaq untuk program ini:
===> 0070093256 Bank Syariah Mandiri Cab.Bandung
===> 1310007225503 Bank Mandiri KCP Ahmad Yani, Bandung
===> 4370949579 BCA KCU Ahmad Yani, Bandung.
===> 919 3095399 Bank Muamalat (Share)Bandung
Semua atas nama Ahmad Itsnaeni, mohon dengan hormat bila ada transfer infaq untuk program kami mengharapkan SMS pemberitahuan ke 081394507185 atau 02270734370.
Ironi, dengan jarak dari pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat hanya 5 km dan 30 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung di Soreang. Perda Provinsi Jabar seperti tak punya gigi, karena kondisi kas desa yang masih lebih besar tergantung dengan pendapatan tak tetap atau bantuan pemerintah yang belum menjamin kesejateraan aparatur desa. Sehingga peraturan tinggal peraturan, pembangunan perumahan seperti bergerilya bahkan dengan memakirkan beberapa mobil dinas kemiliteran di rumah dan depan kantor desa, masalah pembangunan rumah mewah yang sudah ditentang oleh warga karena mengganggu sumber dan resapan air tetap berjalan. Jadinya,dari beberapa ratus meter setelah masuk Jalan Padasuka menuju ke Cimenyan, bila di petang hari, sudah berkilauan lampu penerang di setiap sudut halaman sehingga dari jauh "kaciri" ada rumah meeewah! Bagaimana dengan pemerintah kabupaten, "tebiiih teuing euy" jadi susah ngontrolnya, jawaban klise.
Penataan tempat wisata Caringin Tilu pun tak terarah dengan kebijakan formal. Hukum rimba berlaku, siapa yang kuat di di wilayah itu, ianya dapat mengatur pembangunan saung-saung dan mengumpulkan pundi-pundi pendapatan tanpa adanya transparansi. Wisata Caringin Tilu dengan View City Of Bandung banyak mengundang decak kagum pengunjung, dan seharusnya menjadi jalan penapakan ruhiyah dengan tafakur memuji ciptaan-Nya yang indah. Tapi pengalaman membuktikan tempat itu dijadikan ajang maksiat terutama di malam hari, tak kenal hari...karena setiap hari ditemui dengan mudah belasan pasangan sedang terlena dan melenakan diri.
Pemahaman dari pijakan pendidikan yang rata-rata rendah, kehidupan dan cara ikhtiar berekonomi yang pragmatis dan budaya kehidupan yang masih jauh dari nilai-nilai Islam. Menjadi akar pemasalahan dan mengundang amal nyata kami untuk menata lingkungan Cimenyan. Siapa lagi bila bukan kami yang sedikit banyak sudah mengenal karakter penduduk dan para tokoh masyarakatnya. Kondisi real tofografisnya yang bukit dan lembah sudah kami jelajahi dan dipetakan. Maka terjawab beberapa masalah untuk dicarikan solusinya yaitu:
1. Jarak rumah dan fasilitas pendidikan formal yang harus melewati jalan becek bila hujan dan berdebu bila kemarau dengan satu, dua dan seterus berupa bukit dan lembah mesti dilewati untuk menuju ke SD , apalagi SMP dan bahkan Sekolah Lanjutan Atas harus naik ojek pulang pergi (PP) antara 10 ribu sampai dengan 20 ribu. Sehingga paling banyak penduduk berpendidikan sampai SD itupun tak tamat, kemudian sedikit SMP dan lebih sedikit SMA serta sangat sedikit bergelar sarjana.
Maka Solusinya, kami mengusahakan santunan biaya transportasi dari 50 ribu sampai 100 ribu, ada yang rutin karena ada donatur tetapnya (4 orang anak) dan insidentil yang tak terduga waktu dan besarnya. Delapan anak dari Rumah Amal Salman akan berhenti sampai bulan Juni sesuai rencana program.
2. Pengamalan Nilai-Nilai Islam yang masih didominasi ajaran kepercayaan, mengkultuskan tokoh panutan dan sebagainya.
Maka kami, memprogramkan pengajian pekanan para tokoh dan para pelajar, ta'lim rutin setiap Ahad pagi dan siang dengan masjid dan tempat lain yang berbeda dan Kamis Malam di masjid dekat rumah penulis.
3. Puskemas yang berada di pusat kecamatan agak sulit dijangkau dengan kondisi daerah berbukit dan lembah sehingga disiasati oleh sebuah lembaga misionaris dengan membuat Balai Pengobatan Murah.
Maka kami secara berkala dengan teman-teman praktisi kesehatan mengadakan bakti sosial (baksos).
Penulis berharap ada uluran tangan untuk membenahi lingkungan terdekat dan bertahap meluas sampai ke seantero negeri. Lingkungan terdekat dibenahi menjadi jalan kemudahan membangun negeri.
Kami sediakan rekening infaq untuk program ini:
===> 0070093256 Bank Syariah Mandiri Cab.Bandung
===> 1310007225503 Bank Mandiri KCP Ahmad Yani, Bandung
===> 4370949579 BCA KCU Ahmad Yani, Bandung.
===> 919 3095399 Bank Muamalat (Share)Bandung
Semua atas nama Ahmad Itsnaeni, mohon dengan hormat bila ada transfer infaq untuk program kami mengharapkan SMS pemberitahuan ke 081394507185 atau 02270734370.
Minggu, 07 Februari 2010
Pola Makan Rasulullah Ala Indonesia
Sungguh dasyat kekuatan dan rahasia sunnah Rasulullah Shalallahu'alaihi wasalam dengan pola makan yang terbaik dari pemahaman dan arahan dari ALLAH, manusia biasa menjadi luar biasa kekuatan ruh dan talenta tubuhnya. Beliau contoh terbaik dan ideal bagi manusia seluruh dunia yang menginginkan kehidupan yang harmoni. Tetapi dengan kondisi geografis, budaya makan dan kemampuan sosial ekonomi kebanyakan masyarakat Indonesia, mestikah memaksakan diri saat belum ada kemampuan untuk menghadirkan produk impor seperti kurma, zaitun dan madu jazirah arab???.
Bersyukur atas pengalaman mempelajari dan berusaha memahami Klasifikasi Tanaman saat studi sekolah menengah dan kuliah di masa silam. Kurma, adalah jenis rumpun Palmae yang tumbuh tersebar di daerah kering sedangkan jenis Palmae yang berkembang dan tumbuh tersebar di nusantara adalah kelapa, pinang, aren, sawit dan seterusnya. Kemudian Madu, dengan kadar curah hujan yang rendah dan pakan lebah yang berunsur panas-kering seperti kurma, tin, jinten hitam dan sebagainya maka keluaran madu dari perut lebah di sana juga mempengaruhi kualitas madu jazirah arab yang terkenal hitam-kental.Bagaimana dengan kondisi tropis negara kita yang mempengaruhi kadar air pada madu karena potensi hutan atau tumbuhan yang di kenal basah. Sehingga alangkah wajar bila rata-rata madu tropis terutama di wilayah barat lebih tinggi kadar airnya di bandingkan wilayah timur. Untuk mudahnya bisa kita perhatikan kualitas kayu jati yang dituntut berkadar air rendah bila ingin disebut berkualitas adalah semakin ke timur semakin bagus. Cuakep banget...! Bila meminjam istilah Ustadz Yusuf Mansur.
Karena itu untuk menyikapi keterbatasan yang ada sebaiknya disikapi dengan mencari produk makanan yang berkualitas hampir sama kandungan nutrisi dan efek farmakologisnya seperti kurma, madu dan sebagainya sebagaimana referensi di bawah ini. Misalnya bila disebutkan kurma mengandung zat penetral racun, di buah kelapa juga sama. Jenis rumpun palmae ini juga daun atau minyaknya bisa digunakan menjadi obat luka. Dan sungguh menjadi harapan penulis (AMB, red) dan suatu hal yang menantang untuk saudara-saudara kita yang fokus meneliti, meriset memikirkan kebesaran ciptaan Allah dalam unsur tumbuhan dan makanan yang bisa menjadi obat untuk makanan dan makanan menjadi obat. Wallahu'alam bishawwab.
Referensi:
http://iqbalzz.web.ugm.ac.id/second.php?action=viewartikel&id=2
http://www.republika.co.id/berita/83325/meneladani-pola-makan-sehat-rasulullah
Bersyukur atas pengalaman mempelajari dan berusaha memahami Klasifikasi Tanaman saat studi sekolah menengah dan kuliah di masa silam. Kurma, adalah jenis rumpun Palmae yang tumbuh tersebar di daerah kering sedangkan jenis Palmae yang berkembang dan tumbuh tersebar di nusantara adalah kelapa, pinang, aren, sawit dan seterusnya. Kemudian Madu, dengan kadar curah hujan yang rendah dan pakan lebah yang berunsur panas-kering seperti kurma, tin, jinten hitam dan sebagainya maka keluaran madu dari perut lebah di sana juga mempengaruhi kualitas madu jazirah arab yang terkenal hitam-kental.Bagaimana dengan kondisi tropis negara kita yang mempengaruhi kadar air pada madu karena potensi hutan atau tumbuhan yang di kenal basah. Sehingga alangkah wajar bila rata-rata madu tropis terutama di wilayah barat lebih tinggi kadar airnya di bandingkan wilayah timur. Untuk mudahnya bisa kita perhatikan kualitas kayu jati yang dituntut berkadar air rendah bila ingin disebut berkualitas adalah semakin ke timur semakin bagus. Cuakep banget...! Bila meminjam istilah Ustadz Yusuf Mansur.
Karena itu untuk menyikapi keterbatasan yang ada sebaiknya disikapi dengan mencari produk makanan yang berkualitas hampir sama kandungan nutrisi dan efek farmakologisnya seperti kurma, madu dan sebagainya sebagaimana referensi di bawah ini. Misalnya bila disebutkan kurma mengandung zat penetral racun, di buah kelapa juga sama. Jenis rumpun palmae ini juga daun atau minyaknya bisa digunakan menjadi obat luka. Dan sungguh menjadi harapan penulis (AMB, red) dan suatu hal yang menantang untuk saudara-saudara kita yang fokus meneliti, meriset memikirkan kebesaran ciptaan Allah dalam unsur tumbuhan dan makanan yang bisa menjadi obat untuk makanan dan makanan menjadi obat. Wallahu'alam bishawwab.
Referensi:
http://iqbalzz.web.ugm.ac.id/second.php?action=viewartikel&id=2
http://www.republika.co.id/berita/83325/meneladani-pola-makan-sehat-rasulullah
Jumat, 08 Januari 2010
Lebih Mudah Merubah Diri Sendiri
Ketika saya masih muda dan bebas berimajinasi saya bermimpi akan mengubah dunia yang didominasi orang-orang yang membanggakan kelompoknya dan mendewakan materi (kapitalis) tanpa mau menghargai orang-orang yang sudah mereka jajah dan tertindas. Seiring bertambahnya usia dan kebijaksanaan saya mendapati dunia yang tidak berubah, saya pun menyederhanakan keinginan saya dan memutuskan hanya ingin merubah negeri saya, negeri yang subur-makmur hingga mengundang penjajah dan menjajahnya lebih dari tiga setengah abad, penjajah menyebarluaskan misi ajarannya melalui gendingnya, memecah belah umat, membuat negara-negara kecil yang akan menjadi bonekanya dan melahirkan pemimpin-pemimpin feodal yang terus menyisakan semangatnya kepada era reformasi ini. Sungguh berat merubah bangsa-negeri ini.
Usia saya semakin bertambah, mimpi saya sederhanakan yaitu ingin merubah keluarga, orang-orang terdekat . Akan tetapi, lagi-lagi, sekian lama tetap sama, tak ada yang berubah. Usia terus bertambah dan hakekatnya jatah umur semakin berkurang. Renungan panjang saya mengubah mimpi yaitu ingin merubah diri sendiri, saya bagaimana saya memikirkan dan bertindak. Berusaha dan sepertinya lebih mudah merubah diri sendiri daripada merubah orang lain, keluarga, negeri dan dunia ini. Biarlah pelan-pelan perubahan baik ini akan menjalar kepada semua orang, keluarga, negri dan dunia.Rahmatan Lil'alamin, Allahu Akbar !
Usia saya semakin bertambah, mimpi saya sederhanakan yaitu ingin merubah keluarga, orang-orang terdekat . Akan tetapi, lagi-lagi, sekian lama tetap sama, tak ada yang berubah. Usia terus bertambah dan hakekatnya jatah umur semakin berkurang. Renungan panjang saya mengubah mimpi yaitu ingin merubah diri sendiri, saya bagaimana saya memikirkan dan bertindak. Berusaha dan sepertinya lebih mudah merubah diri sendiri daripada merubah orang lain, keluarga, negeri dan dunia ini. Biarlah pelan-pelan perubahan baik ini akan menjalar kepada semua orang, keluarga, negri dan dunia.Rahmatan Lil'alamin, Allahu Akbar !
Senin, 14 Desember 2009
Muhasabah Cinta
Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu
Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu
Reff
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
*
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabat cintaku
Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu
Back to Reff
Back to *
Repeat Reff 2x
Koleksi Edcoustic yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Edcoustic – Muhasabah Cinta
Gambar Artis Indonesia
Sabtu, 21 November 2009
Bisa Naik Ngga Bisa Turun
Kesukaaaku adalah minum kelapa segar yang baru dipetik dari pohonnya. Lebih nikmat lagi adalah aku sendiri yang menaikinya. Tidak semua pohon kelapa yang tinggi-tinggi itu dapat kunaiki. Pertamakali aku naik pohon kelapa adalah pada usia kelas satu es-emp-pe, saat itu "Baskara" grup pencinta alamku yang didirikan bersama dengan teman-teman seiman-senakal-sekandang ayam(pernah tidur sama-sama di kandang ayam - nanti ada cerita "Bisa masuk Ngga bisa keluar") mengadakan acara kemping di pelosok desa di Kecamatan Rumpin, Bogor. Berkemah di Rumpin adalah yang kedua, sebelumnya berkemah pertamakali di Curug Pelayangan, Serpong (nanti ada cerita kami menemukan fitrah Allah dalam pusaran air di tengah telaga Curug Pelayangan- pakaian dalamku yang tenggelam di pusaran air...mengisyaratkan aku yang tidak pandai berenang untuk tidak ke tengah telaga).
Sudah masuk hari kedua kita berkemah di Rumpin, hari pertama dan malam pertama di mana kita belum memahami dan menguasai sepenuhnya kondisi medan lapangan perkemahan yang berada di tanah lapang seluas 500 meter persegi di sisi persawahan dan lebatnya hutan di kaki gunung batu-batu besar bertumpuk. Malam hari pertama, saat purnama jelas menggantung di sudut pandang kita. Semua tidak ada yang bisa berhepi-hepi. Setiap hitungan beberapa detik semilir angin meniupkan suara-suara berderak gesekan batang-batang bambu yang tumbuh lebat di pinggiran hutan dekat kita berkemah. Diiringi suara binatang malam yang tak putus-putus berkomunikasi antar sesamanya menambah suasana horor dari dengar-dengar cerita nenek-buyut di rumah tentang seramnya suasana saat bulan purnama. Iiiih! Kupimpin kawan-kawan untuk membaca qur'an selepas Isya sambil menunggu kawan yang lain menyelesaikan tugas memasaknya. Dzikrullah! Hati kita semua merasa tenang..., standar perkemahan "aman" yang kita pahami sudah kita jalani, selanjutnya menghormati adat istiadat daerah setempat dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah semata.
Malam keduanya, sungguh kontras dengan malam pertama, aku tak kuat lama membaca qur'an apalagi dengan penerang lampu badai yang tak seterang lampu listrik di rumah, selepas Isya dan berdzikir sebentar ada yang langsung pegang gitar..., tertawa terbahak-bahak...hingga akhirnya semua tertidur nyenyak. Esok pagi selepas Shubuh langsung menuju ke sawah dan sungai anak Cisadane, lelah dahaga setelah bermain lumpur sawah kemudian mandi sungai, aku terpesona dengan dua batang pohon kelapa yang hampir sama besar dan ketinggiannya sekitar 15 meter berada di sisi sungai tempat kita mandi bertelanjang dada. Kutawari teman-teman dulu yang mau minum air kelapa untuk naik, semua menggelengkan kepala tak berani memaksakan diri. Akhirnya aku yang naik, dengan modal sudah biasa naik pohon kelapa di depan rumah (cuma tiga meter...kemudian ada sobekan di batang utamanya sehingga mudah ditapaki pelan-pelan hingga ke ujung pohon). Bismillah! Kupanjat pohon setinggi 15 meter dengan susah payah...rasa perih terlupakan dengan semangat teman-teman untuk terus naik karena terlihat jelas sudah butiran hijau kelapa sudah beberapa meter di atas kepalaku. Alhamdulillah! Kuraih dahan pertama yang kokoh dan kupanjati kemudian kuraih lagi dua-tiga dahan dan kududuki untuk istirahat mengatur nafas sejenak. Mulailah ku absen temanku satu persatu dan ku lempari kelapa hijau yang telah ku pilih berisi dan mudah kujangkau. Mereka di bawah sambil memegang kelapa haknya masing-masing dengan sabar menunggu aku memilih tiga kelapa lagi untukku dan turun dengan selamat. Alhamdulillah...! Goresan tajam batang kelapa di dadaku terasa perih dan bertambah perih saat teman-teman memandikan dan membersihkan aku dari serakan hitam tajam di kepala dan punggungku dengan air sungai. Puas...! Segarnya kelapa petikanku!!!
Kedua,saat tugas di Banyuwangi, Jawa Timur. Teman-teman di Perhutani RPH Gombeng,BKPH Katapang ingin melihatku naik pohon kelapa di pekarangan rumah Kyai Mahali.
Ketiga,saat tugas kuliah lapangan di Cibugel, Sumedang. Lagi-lagi aku memanjat pohon kelapa.
Keempat, Allah mempertemukanku dengan gadis shalehah asal Pandeglang, Banten, kebun mertuaku yang puluhan hektar berjajar ratusan pohon kelapa. Kucoba dan kupanjat dengan cara "ngos-ngosan" seperti pengalaman memanjat pohon kelapa yang pertama dan kedua di atas. Alhamdulillah berakhir dengan selamat dan meminum kelapa segar dengan dada dan kulit kedua tangan terasa perih luka tergesek.
Kesekian kalinya, saat usia pernikahan 11 tahun, Ramadhan dua tahun lalu, untuk bekal buka puasa selepas shalat Dzuhur di masjid, kupenuhi tawaran bapak ketua RW tempat ku tinggal di Bandung, lokasi rumahnya berseberangan dengan masjid dan di belakang rumahnya banyak tumbuh berbagai jenis pohon kelapa. Aku tertarik pada pohon kelapa berketinggian 20 meter, kelapanya hijau dan "ranum". Bismillah! Kusadari kondisi sedang berpuasa dan pohonnya tinggi. Alhamdulillah, sepuluh menit dapat kugapai dahan pertama dan dengan satu kali mengangkat tubuh langsung kuraih dahan yang lebih tinggi hingga seperti pengalaman sebelumnya dapat kududuki dengan nyaman untuk beristirahat sejenak sambil memilih kelapa mana yang akan kupetik dan kujatuhkan satu persatu.
Sudah belasan kelapa ku jatuhkan, tiba-tiba angin bertiup kencang menggoyangkan diriku. Kusadari saat selesai menjatuhkan kelapa terakhir, kaki dan tanganku gemetar tak biasa. Hari itu, Jam itu, Menit itu, Detik itu! Mengingatkan aku kepada YANG MAHA KUASA, 'ala kulli syaiinqadiir!!! Beberapa jam aku tertahan...merenungi kehadiran ALLAH, ALLAH ADA, ALLAH sangat dekat di urat leherku! ALLAH...ALLAH...ALLAH...aku BISA NAIK NGGA BISA TURUN!
Sudah masuk hari kedua kita berkemah di Rumpin, hari pertama dan malam pertama di mana kita belum memahami dan menguasai sepenuhnya kondisi medan lapangan perkemahan yang berada di tanah lapang seluas 500 meter persegi di sisi persawahan dan lebatnya hutan di kaki gunung batu-batu besar bertumpuk. Malam hari pertama, saat purnama jelas menggantung di sudut pandang kita. Semua tidak ada yang bisa berhepi-hepi. Setiap hitungan beberapa detik semilir angin meniupkan suara-suara berderak gesekan batang-batang bambu yang tumbuh lebat di pinggiran hutan dekat kita berkemah. Diiringi suara binatang malam yang tak putus-putus berkomunikasi antar sesamanya menambah suasana horor dari dengar-dengar cerita nenek-buyut di rumah tentang seramnya suasana saat bulan purnama. Iiiih! Kupimpin kawan-kawan untuk membaca qur'an selepas Isya sambil menunggu kawan yang lain menyelesaikan tugas memasaknya. Dzikrullah! Hati kita semua merasa tenang..., standar perkemahan "aman" yang kita pahami sudah kita jalani, selanjutnya menghormati adat istiadat daerah setempat dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah semata.
Malam keduanya, sungguh kontras dengan malam pertama, aku tak kuat lama membaca qur'an apalagi dengan penerang lampu badai yang tak seterang lampu listrik di rumah, selepas Isya dan berdzikir sebentar ada yang langsung pegang gitar..., tertawa terbahak-bahak...hingga akhirnya semua tertidur nyenyak. Esok pagi selepas Shubuh langsung menuju ke sawah dan sungai anak Cisadane, lelah dahaga setelah bermain lumpur sawah kemudian mandi sungai, aku terpesona dengan dua batang pohon kelapa yang hampir sama besar dan ketinggiannya sekitar 15 meter berada di sisi sungai tempat kita mandi bertelanjang dada. Kutawari teman-teman dulu yang mau minum air kelapa untuk naik, semua menggelengkan kepala tak berani memaksakan diri. Akhirnya aku yang naik, dengan modal sudah biasa naik pohon kelapa di depan rumah (cuma tiga meter...kemudian ada sobekan di batang utamanya sehingga mudah ditapaki pelan-pelan hingga ke ujung pohon). Bismillah! Kupanjat pohon setinggi 15 meter dengan susah payah...rasa perih terlupakan dengan semangat teman-teman untuk terus naik karena terlihat jelas sudah butiran hijau kelapa sudah beberapa meter di atas kepalaku. Alhamdulillah! Kuraih dahan pertama yang kokoh dan kupanjati kemudian kuraih lagi dua-tiga dahan dan kududuki untuk istirahat mengatur nafas sejenak. Mulailah ku absen temanku satu persatu dan ku lempari kelapa hijau yang telah ku pilih berisi dan mudah kujangkau. Mereka di bawah sambil memegang kelapa haknya masing-masing dengan sabar menunggu aku memilih tiga kelapa lagi untukku dan turun dengan selamat. Alhamdulillah...! Goresan tajam batang kelapa di dadaku terasa perih dan bertambah perih saat teman-teman memandikan dan membersihkan aku dari serakan hitam tajam di kepala dan punggungku dengan air sungai. Puas...! Segarnya kelapa petikanku!!!
Kedua,saat tugas di Banyuwangi, Jawa Timur. Teman-teman di Perhutani RPH Gombeng,BKPH Katapang ingin melihatku naik pohon kelapa di pekarangan rumah Kyai Mahali.
Ketiga,saat tugas kuliah lapangan di Cibugel, Sumedang. Lagi-lagi aku memanjat pohon kelapa.
Keempat, Allah mempertemukanku dengan gadis shalehah asal Pandeglang, Banten, kebun mertuaku yang puluhan hektar berjajar ratusan pohon kelapa. Kucoba dan kupanjat dengan cara "ngos-ngosan" seperti pengalaman memanjat pohon kelapa yang pertama dan kedua di atas. Alhamdulillah berakhir dengan selamat dan meminum kelapa segar dengan dada dan kulit kedua tangan terasa perih luka tergesek.
Kesekian kalinya, saat usia pernikahan 11 tahun, Ramadhan dua tahun lalu, untuk bekal buka puasa selepas shalat Dzuhur di masjid, kupenuhi tawaran bapak ketua RW tempat ku tinggal di Bandung, lokasi rumahnya berseberangan dengan masjid dan di belakang rumahnya banyak tumbuh berbagai jenis pohon kelapa. Aku tertarik pada pohon kelapa berketinggian 20 meter, kelapanya hijau dan "ranum". Bismillah! Kusadari kondisi sedang berpuasa dan pohonnya tinggi. Alhamdulillah, sepuluh menit dapat kugapai dahan pertama dan dengan satu kali mengangkat tubuh langsung kuraih dahan yang lebih tinggi hingga seperti pengalaman sebelumnya dapat kududuki dengan nyaman untuk beristirahat sejenak sambil memilih kelapa mana yang akan kupetik dan kujatuhkan satu persatu.
Sudah belasan kelapa ku jatuhkan, tiba-tiba angin bertiup kencang menggoyangkan diriku. Kusadari saat selesai menjatuhkan kelapa terakhir, kaki dan tanganku gemetar tak biasa. Hari itu, Jam itu, Menit itu, Detik itu! Mengingatkan aku kepada YANG MAHA KUASA, 'ala kulli syaiinqadiir!!! Beberapa jam aku tertahan...merenungi kehadiran ALLAH, ALLAH ADA, ALLAH sangat dekat di urat leherku! ALLAH...ALLAH...ALLAH...aku BISA NAIK NGGA BISA TURUN!
Rabu, 11 November 2009
Pekan Pertama Dalam 8 Pekan Menggapai Hidup Sehat
Kenapa harus 8 Minggu? Karena waktu 8 minggu dianggap cukup untuk mengembalikan sistem-sistem biologis tubuh pada keadaan yang baru dan cukup untuk menambah kekuatan imunitas tubuh dan memunculkan respon.
Sebagaimana sistem ini dapat menambah respon sistem biologis ini dan pada gilirannya dapat menambah hormon prostaglin yang disebut dengan hormon pencegah radang (infeksi). Sebagaimana hal itu dapat mengatur waktu tidur dan meminimalisir kecemasan.
Pekan Pertama (Langkah-langkahnya)
1. Menghindari segala jenis lemak dan minyak, kecuali minyak zaitun.
2. Menghindari segala jenis lemak buatan pabrik.
3. Menghindari segala jenis makanan instan buatan pabrik.
4. Menghindari segala produk makanan berperwarna buatan.
5. Pastikan kita tidak mengkonsumsi makanan berlemak.
Pola Makan
1. Mulailah mngkonsumsi sayuran segar terutama sayuran yang kita sukai.
2. Memprioritaskan mengkonsumsi ikan terutama ikan yang hidup di lautan dalam seperti
salmon atau tenggiri minimal dua kali dalam satu minggu, karena ikan ini banyak
mengandung omega 3 dan asam lemak yang sangat berguna bagi tubuh dan otak, unsur
ini juga dapat menurunkan kadar lemak dalam darah dan sekaligus mencegah
peradangan dan kerusakan jaringan.
Makanan Suplemen
Mengkonsumsi herbal yang mengandung vitamin C berkisar antara 1000-2000 mg dalam setiap porsi makanan kita. Seperti Rosella, madu dan buah-buahan dalam setiap porsi makanan (sarapan, makan siang dan sore. Karena vitamin C dapat membantu jaringan menjadi kuat, kokoh dan membantu mempercepat kesembuhan luka.
Olah Raga
Usahakan berjalan kaki minimal 10 menit dengan kecepatan yang teratur setiap hari.
Mental Spiritual
1. Mulailah bersantai dan menghirup udara (menarik nafas) selama lima menit setiap
hari dengan cara :
a. Duduk di tempat yang nyaman, dengan punggung lurus dan mata terpejam,
menggunakan pakaian longgar dan santai.
b. Konsentrasikan pikiran pada pernafasan dengan tetap mengingat kepada atau
menyebut Sang Maha Pencipta, Maha Pengatur dan Maha Penyembuh. Tarik nafas
dalam-dalam lewat hidung dan keluarkan lewat hidung atau mulut sesuai kemampuan
dengan otot yang dikendurkan. Hal ini dapat merelaksasikan tubuh, otak(akal)
dan jiwa.
2. Sering mengunjungi kebun atau taman yang indah, hijau dan menyegarkan. Jika tidak
milikilah tanaman segar atau bunga yang menyenangkan aromanya.
Dikutif dan sedikit dikembangkan dari Buku Pola Makan Rasulullah, Prof. Dr.Abdul Basith Muhammad As-Sayyid.
Sebagaimana sistem ini dapat menambah respon sistem biologis ini dan pada gilirannya dapat menambah hormon prostaglin yang disebut dengan hormon pencegah radang (infeksi). Sebagaimana hal itu dapat mengatur waktu tidur dan meminimalisir kecemasan.
Pekan Pertama (Langkah-langkahnya)
1. Menghindari segala jenis lemak dan minyak, kecuali minyak zaitun.
2. Menghindari segala jenis lemak buatan pabrik.
3. Menghindari segala jenis makanan instan buatan pabrik.
4. Menghindari segala produk makanan berperwarna buatan.
5. Pastikan kita tidak mengkonsumsi makanan berlemak.
Pola Makan
1. Mulailah mngkonsumsi sayuran segar terutama sayuran yang kita sukai.
2. Memprioritaskan mengkonsumsi ikan terutama ikan yang hidup di lautan dalam seperti
salmon atau tenggiri minimal dua kali dalam satu minggu, karena ikan ini banyak
mengandung omega 3 dan asam lemak yang sangat berguna bagi tubuh dan otak, unsur
ini juga dapat menurunkan kadar lemak dalam darah dan sekaligus mencegah
peradangan dan kerusakan jaringan.
Makanan Suplemen
Mengkonsumsi herbal yang mengandung vitamin C berkisar antara 1000-2000 mg dalam setiap porsi makanan kita. Seperti Rosella, madu dan buah-buahan dalam setiap porsi makanan (sarapan, makan siang dan sore. Karena vitamin C dapat membantu jaringan menjadi kuat, kokoh dan membantu mempercepat kesembuhan luka.
Olah Raga
Usahakan berjalan kaki minimal 10 menit dengan kecepatan yang teratur setiap hari.
Mental Spiritual
1. Mulailah bersantai dan menghirup udara (menarik nafas) selama lima menit setiap
hari dengan cara :
a. Duduk di tempat yang nyaman, dengan punggung lurus dan mata terpejam,
menggunakan pakaian longgar dan santai.
b. Konsentrasikan pikiran pada pernafasan dengan tetap mengingat kepada atau
menyebut Sang Maha Pencipta, Maha Pengatur dan Maha Penyembuh. Tarik nafas
dalam-dalam lewat hidung dan keluarkan lewat hidung atau mulut sesuai kemampuan
dengan otot yang dikendurkan. Hal ini dapat merelaksasikan tubuh, otak(akal)
dan jiwa.
2. Sering mengunjungi kebun atau taman yang indah, hijau dan menyegarkan. Jika tidak
milikilah tanaman segar atau bunga yang menyenangkan aromanya.
Dikutif dan sedikit dikembangkan dari Buku Pola Makan Rasulullah, Prof. Dr.Abdul Basith Muhammad As-Sayyid.
Senin, 12 Oktober 2009
Cimenyan Eksotik 2 ( Perenungan Oktober 2009)
Dasyat! Desakan memanfaatkan lahan di Cimenyan untuk kepentingan pribadi dengan mengabaikan konservasi semakin lebih luas. Dari tahun ke tahun pembangunan terus terjadi dalam skala kecil atau besar tetapi hampir seluruhnya mengabaikan aspek keseimbangan dan dampak lebih besar ke depan terutama masalah resapan air dan ancaman bencana longsor. Bagaimana nih, masih adakah individu atau kolektif terutama kalangan eksekutif yang peduli dengan dekadensi segala aspek di Kawasan Bandung Utara (KBU) khususnya Cimenyan.
Selasa, 29 September 2009
Muda Hijau Masak Kuning
Kecapi (Sandoricum koetjape)

Kecapi, sentul atau ketuat adalah nama sejenis buah dan juga pohon penghasilnya
Kecapi diperkirakan berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya. Berabad-abad yang silam, tumbuhan ini dibawa dan dimasukkan ke India, Indonesia (Borneo, Maluku), Mauritius, dan Filipina, di mana tanaman buah ini kemudian menjadi populer, ditanam secara luas dan mengalami naturalisasi.
Pohon ini ditanam terutama karena diharapkan buahnya, yang berasa manis atau agak masam. Kulit buahnya yang berdaging tebal kerap dimakan dalam keadaan segar atau dimasak lebih dulu, dijadikan manisan atau marmalade.
Kayu kecapi bermutu baik sebagai bahan konstruksi rumah, bahan perkakas atau kerajinan, mudah dikerjakan dan mudah dipoles.
Berbagai bagian pohon kecapi memiliki khasiat obat. Rebusan daunnya digunakan sebagai penurun demam. Serbuk kulit batangnya untuk pengobatan cacing gelang. Akarnya untuk obat kembung, sakit perut dan diare; serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan.
Kecapi ada dua macam, yakni dengan daun tua sebelum gugur berwarna kuning dan yang berwarna merah. Dahulu, kedua varietas ini dianggap sebagai spesies yang berbeda
Kecapi, sentul atau ketuat adalah nama sejenis buah dan juga pohon penghasilnya
Kecapi diperkirakan berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya. Berabad-abad yang silam, tumbuhan ini dibawa dan dimasukkan ke India, Indonesia (Borneo, Maluku), Mauritius, dan Filipina, di mana tanaman buah ini kemudian menjadi populer, ditanam secara luas dan mengalami naturalisasi.
Pohon ini ditanam terutama karena diharapkan buahnya, yang berasa manis atau agak masam. Kulit buahnya yang berdaging tebal kerap dimakan dalam keadaan segar atau dimasak lebih dulu, dijadikan manisan atau marmalade.
Kayu kecapi bermutu baik sebagai bahan konstruksi rumah, bahan perkakas atau kerajinan, mudah dikerjakan dan mudah dipoles.
Berbagai bagian pohon kecapi memiliki khasiat obat. Rebusan daunnya digunakan sebagai penurun demam. Serbuk kulit batangnya untuk pengobatan cacing gelang. Akarnya untuk obat kembung, sakit perut dan diare; serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan.
Kecapi ada dua macam, yakni dengan daun tua sebelum gugur berwarna kuning dan yang berwarna merah. Dahulu, kedua varietas ini dianggap sebagai spesies yang berbeda
Senin, 28 September 2009
Menyikapi Makanan Selepas Shaum Ramadhan
Selama sebulan diwajibkan bagi kaum mukminin berpuasa di Bulan Ramadhan, berarti selama setahun sekali selama itu tubuh kita diberi kesempatan berbenah diri secara alami sesuai fitrah. Makan secara teratur selepas maghrib dan berakhir jelang Shubuh. Terus menerus keteraturan ini akan membawa kesehatan alami sesuai mekanisme tubuh dengan arahan ruhiyah yang multi lengkap luar-dalam. Selama Ramadhan sebulan penuh, tubuh mulai didetoksifikasi dan mendapat arahan pembenahan phisik dari mata, telinga dan tulang belulang-persendian tubuh dengan shalat malam, tilawah qur'an dan makan makanan bernilai gizi tinggi seperti kurma, madu dan produk alami lainnya yang menyehatkan.
Bagaimana selepas Ramadhan? Syawal menjanjikan banyak kelengkapan dengan mengikuti sunnah rasul yaitu silaturrahiim dan shaum enam hari. Makanan yang beraneka ragam terhidang tetap dapat disikapi dengan berhati-hati dengan tidak mengumbar nafsu kelewat batas. Shaum 6 (enam) hari syawal perlu kita jalankan dan rasakan hasilnya!
Bagaimana selepas Ramadhan? Syawal menjanjikan banyak kelengkapan dengan mengikuti sunnah rasul yaitu silaturrahiim dan shaum enam hari. Makanan yang beraneka ragam terhidang tetap dapat disikapi dengan berhati-hati dengan tidak mengumbar nafsu kelewat batas. Shaum 6 (enam) hari syawal perlu kita jalankan dan rasakan hasilnya!
Selasa, 21 Juli 2009
Jangan Banyak Berharap Pada Manusia (sewajarnya)
Ahad, 26 Rajab 1430 / 19 Juli 2009 adalah hari pernikahan Susanti, akhwat kelahiran 1980 yang sebelumnya menjadi renungan panjang kawan2 yang memperhatikan keaktifan dirinya selama ini dan tentunya ketika melihat akhwat disekelilingnya terutama yang seangkatan dia dalam memulai aktifitas pembinaan diri telah menikah dan memiliki anak usia setahun hingga empat tahun.
Alhamdulillah, pada jam 10.00 telah berlangsung akad nikah dengan hikmat di Masjid Nurul Khadijah antara Susanti dan Yono Triyana. Barakallahu laka wabaraka alaika! Harapan dari puluhan undangan yang tersebar kepada para pengurus dan penggemuk di Cimenyan yang berdasarkan turut mengundang atas namaku, harapan tinggal harapan, Alhamdulillah ada 50% yang hadir atas nama undangnku.
Hikmah kudapat, Jangan cepat memvonis orang, yang dikira tak datang karena track recordnya yang selalu meremehkan undangan penting eh! ternyata datang, wallahu'alam kemana dan kenapa mereka yang tidak datang memenuhi undangan. Berharap hanya pada Allah, berharap pada manusia..., capee deh!
Alhamdulillah, pada jam 10.00 telah berlangsung akad nikah dengan hikmat di Masjid Nurul Khadijah antara Susanti dan Yono Triyana. Barakallahu laka wabaraka alaika! Harapan dari puluhan undangan yang tersebar kepada para pengurus dan penggemuk di Cimenyan yang berdasarkan turut mengundang atas namaku, harapan tinggal harapan, Alhamdulillah ada 50% yang hadir atas nama undangnku.
Hikmah kudapat, Jangan cepat memvonis orang, yang dikira tak datang karena track recordnya yang selalu meremehkan undangan penting eh! ternyata datang, wallahu'alam kemana dan kenapa mereka yang tidak datang memenuhi undangan. Berharap hanya pada Allah, berharap pada manusia..., capee deh!
Langganan:
Postingan (Atom)









